Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sudah Tiga Warganya Ditangkap Densus 88, Ini Curhat Kades Binorong, Banjarnegara

AG ternyata bukan satu-satunya warga Desa Binorong yang dikaitkan dengan jaringan kelompok teror

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Edi Susanto, kakak AG menunjukkan foto adiknya di rumahnya desa Binorong Bawang Banjarnegara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kabar penangkapan AG di Temanggung kemarin, Kamis (1/2), menambah daftar panjang penangkapan terduga teroris asal Desa Binorong Kecamatan Bawang Banjarnegara.

AG ternyata bukan satu-satunya warga Desa Binorong yang dikaitkan dengan jaringan kelompok teror.

Sebelumnya, dua warga desa tersebut juga tersandung kasus sama.

Hadisun dan Rohadi, warga Desa Binorong lebih dulu ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror di waktu dan lokasi yang berbeda.

Kepala Desa Binorong Bunyamin membenarkan, tiga warganya telah ditangkap Densus 88 di waktu dan tempat yang berlainan, yakni AG, Rohadi dan Hadisun.

Namun Bunyamin tidak mengetahui mereka masuk dalam jaringan mana, atau terkait kasus teror apa.

Atas kejadian yang beruntun itu, Bunyamin merasa prihatin terhadap kondisi di wilayahnya. Bunyamin berharap, AG adalah warganya yang terakhir tersandung kasus teror.

"Ini sekaligus pembelajaran bagi kami. Kami tidak akan menerina aliran garis keras masuk ke desa kami," katanya, Jumat (2/2)

Ketiganya ternyata merupakan teman dekat. Menurut keterangan Ketua Rt 4 Rw 5 Hadiono, mereka sering terlihat melakukan kegiatan bersama dengan para pedagang nuget lain dari luar kecamatan.

AG bahkan disebut telah diincar sejak lama oleh Densus 88 menyusul penangkapan dua kawannya tersebut.

Bunyamin mengungkapkan, pihaknya saat ini ikut mengawasi beberapa warganya yang sempat bergaul dan berteman dekat dengan mereka karena cenderung memiliki pemikiran sama.

"Ada lebih dari tiga orang yang bergaul dengan mereka dulu. Namun jaringannya ini kan sudah putus, semoga mereka sudah kembali ke pemahaman keagamaan yang benar seperti umumnya," katanya

Pascakejadian ini, pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi ke warga melalui pertemuan rutin di tingkat RT untuk mewaspadai masuknya paham radikal di wilayah masing-masing.

Pihaknya juga akan lebih mengawasi pergerakan orang mencurigakan dari luar desa yang intensif menjalin komunikasi dengan warga di Desa Binorong.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved