Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KABAR TERBARU: Ternyata Hydran di Gedung Tak Berfungsi Saat Matahari Plaza Kudus Terbakar

Kebakaran hebat menimpa bangunan pusat perbelanjaan Matahari Plasa Kudus (Kudus Plasa), Kamis (22/2).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
rifqi gozali
Matahari Kudus Terbakar 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kebakaran hebat menimpa bangunan pusat perbelanjaan Matahari Plasa Kudus (Kudus Plasa), Kamis (22/2). Api mulai bisa dikendalikan sekitar pukul 12.00 WIB.

Didik Hartoko, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kudus mengatakan, kebakaran diketahui sejak pukul 05.00 WIB. Api secara cepat merambat lantaran banyaknya benda yang mudah terbakar.

"Kalau dilihat dari kondisi bangunan sebenarnya tidak sulit. Hanya saja karena banyak benda yang mudah terbakar membuat api cepat merambat. Selain itu petugas pemadam juga tidak bisa masuk menjangkau titik api karena kepulan asap hitam pekat yang sangat membahayakan," kata Didik.

Dalam kondisi sulitnya api dipadamkan, tambahnya, petugas hanya bisa melokalisir keberadaan api agar tidak merembet ke bangunan lain. Sebab, di depan gedung Plasa Kudusi terdapat Kudus Ekstensien Mal (Hypermart).

"Juga di sebelah selatan gedung terdapat rumah sakit, petugas juga melakukan penyekatan agar tidak menjalar ke rumah sakit umum," kata Didik.

Sementara itu, Hardi Cahyana, Komandan Pemadam Kebakaran PT Djarum, yang juga ikut membantu pemadaman, mengatakan, saluran hydrant yang ada di gedung tersebut tidak berfungsi saat akan dipakai.

"Saat kami hubungi petugas pengelola gedung ternyata saluran hydrant mati," tandasnya.

Djarot Trinobo, Store Manager Matahari Kudus mengatakan, pihaknya mendapat laporan jika terjadi kebakaran sekira pukul 07.00 WIB. Mengetahui hal tersebut, dia lantas mengecek kebenarannya.

"Sejak jam tutup semalam tidak ada tanda-tanda bahaya. Saat terbakar juga masih belum ada aktivitas.

Dugaannya ya itu, mulai terjadi kebakaran sekitar pukul 05.00 WIB," kata Djarot.

Dia tidak mau menerka seberapa besar kerugian yang dialami. Pasalnya, gedung berlantai tiga itu juga terdapat gerai yang tidak dikelola oleh manajemen Matahari.

"Kalau untuk Matahari itu di lantai dua. Isinya fashion. Sebagian lantai satu iainya sepatu dan sandal. Untuk lantai tiga terdapat food court, bioskop. Lantai satu terdapat kios yang bukan milik Matahari," tandasnya.

Menurut Djarot, Matahari mulai menempati gedung yang disewa dari Pemerintah Kabupaten Kudus itu sejak 1990. Sementara jumlah pekerja yang ada di pusat perbelanjaan tersebut kisaran 300 orang.

"Untuk penyebab kami serahkan semuanya kepada pihak kepolisian. Dan juga kerugian pasti masih belum kami ketahui," tandasnya.

Sementara Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved