Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

TERNYATA! Kepuasan Setelah Bercinta Bisa Pengaruhi Tingkat Kebahagiaan

Bercinta diyakini mampu menimbulkan rasa puas, nyaman, dan membuat kita lebih dekat dengan pasangan.

Editor: galih permadi
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Bercinta diyakini mampu menimbulkan rasa puas, nyaman, dan membuat kita lebih dekat dengan pasangan.

Nggak sembarangan, rupanya hal tersebut memang terbukti secara ilmiah.

Penelitian menunjukkan bahwa bercinta mendorong tubuh melepaskan hormon dopamin yang memberi rasa nyaman, dan hormon oksitosin yang meningkatkan ikatan batin dengan pasangan.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah berapa lama sensasi menyenangkan atau 'afterglow' itu bertahan setelah orang bercinta?

Ternyata, menurut survey, rasa itu tetap melekat pada tubuh meskipun telah mengenakan kembali pakaian.

Periset melihat dua penelitian tentang pasangan-pasangan yang  baru menikah - penelitian pertama melibatkan 96 pasangan, dan kedua 118 pasangan. 

Selama dua minggu, para pasangan itu diminta menulis catatan harian soal hubungan seks dan perasaan mereka.

Mereka juga mengikuti tes kualitas perkawinan yang berlanjut empat sampai enam bulan kemudian.

Yang menarik, menurut hasil penelitian yang dimuat dalam The Journal Psychological Science itu, perasaan afterglow setelah bercinta ternyata bertahan hingga dua hari.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa rasa itu tetap meningkat 48 jam setelah berhubungan seks," ucap Andrea Meltzer, seorang ilmuwan psikologis di Florida State University yang memimpin riset tersebut.

 Walau ada perbedaan antar pasangan soal frekuensi bercinta, namun afterglow 48 jam itu bertahan konsisten baik pada mereka yang lebih sering bercinta maupun yang relatif jarang, dan tidak terpengaruh sudah berapa lama mereka bersama, atau berapa umur dan jenis kelamin mereka.

Lamanya afterglow juga mempengaruhi tingkat kebahagiaan suatu hubungan. 

Mereka yang mengalami sensasi nyaman lebih lama kebanyakan juga memiliki pernikahan yang bahagia.

Tentu saja, saat periode bulan madu berakhir, kepuasan perkawinan rata-rata turun pada setiap pasangan. 

Ini terbukti pada saat para peneliti menindaklanjuti empat sampai enam bulan kemudian.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved