Inilah Pengakuan Amintoyo, Saudara Almarhum Brigadir Ariyanto Sebelum Kecelakaan
Namun firasat buruk itu jadi nyata saat kabar Ariyanto meninggal dunia terdengar oleh saya pada pukul 06.30 WIB
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Amintoyo (44), paman dari Brigadir Ariyanto ternyata sudah punya firasat buruk sebelum kecelakaan menimpa rombongan patroli yang terdiri dari tiga anggota Polsek Tugu.
Saat melaksanakan sholat tahajud pada Jumat (2/3/2018) pukul 03.00 WIB, ia tiba-tiba berfikir aneh-aneh tanpa sebab yang pasti.
Amintoyo yang juga merupakan Ketua RW 1 itu merasa ada yang menganjal saat sholat tahajud berlangsung.
"Saya kepikiran yang aneh-aneh tapi bukan soal almarhum yan meninggal karena tugas. Namun firasat buruk itu jadi nyata saat kabar Ariyanto meninggal dunia terdengar oleh saya pada pukul 06.30 WIB," ucap pria yang juga Ketua RW 1, Gilisari, Purwosari, Mijen, Semarang, kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/3/2018).
Ia mendapat kabar bahwa saudaranya meninggal saat bertugas pukul 04.00 WIB.
Namun info itu baru masuk ke telinga Amin pada pukul 06.30 WIB.
Seketika Amin mendatangi rumah almarhum yang masih satu desa namun berbeda RT.
"Saya di RT 1 RW 1. Kalo almarhum di RT 3 RW 1. Saat saya mendatangi rumah korban, suara tangisan sang istri sudah terdengar sebelum saya masuk ke rumah," tuturnya bernada berat.
Saat tetangga dan Amin memasuki rumah almarhum, istri bernama Amelia itu sempat tak sadarkan diri dan pingsan untuk beberapa jam.
Amelia akhirnya dibawa ke Puskemas terdekat namun saat sadar, istri korban kembali menangis keras karena tidak percaya suaminya telah meninggalkan sang istri selamanya.
"Saya juga merasa kehilangan saudara saya. Hanya saja, sang istri kembali menangis keras di Puskesmas. Tangisannya tidak berhenti sampai kembali ke rumahnya," tambahnya.
Hingga dimakamkan pada pukul 13.50 WIB, tangisan istri terus menyeruak di sekitar rumah duka.
Amelia yang baru mengandung anak keduanya selama dua bulan itu tak kuasa menahan air mata hingga tak mampu melihat sosok suaminya dikubur di TPU Gilisari.
"Orang tua Istri almarhum yang berasal dari Mranggen, Kabupaten Demak datang sebelum sholat jumat. Saya sangat sedih juga melihat sang istri harus meninggalkan kedua anaknya. Sebab, anak pertama juga masih berumur enam tahun. Namanya Melvin," lanjut Amin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemakaman-brigadir-ariyanto_20180302_222748.jpg)