Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kasus Pembunuhan

Mantan Pembantu Sakit Hati Pacarnya Dibilang Jelek Hitam Bertato

Polrestabes Semarang gelar kasus pembunuhan terhadap Metha Novita Handayani (38), warga Permata Puri, Ngaliyan, Senin (5/3).

Penulis: hesty imaniar | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji memperlihatkan dua tersangka kasus pembunuhan Metha Novita Handayani (38) saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3/2018). Metha dibunuh pelaku di Jln Bukit Delima 9 No 17 Perumahan Permata Puri, Beringin, Ngaliyan, Semarang. Tersangka pembunuhan adalah sepasang kekasih, yakni Rifai alias Rembulan (24) dan YA (15). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polrestabes Semarang gelar kasus pembunuhan terhadap Metha Novita Handayani (38), warga Jalan Bukit Delima B9 Nomor 17 RT 3 RW 8 Permata Puri, Ngaliyan, di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3).

Dua pelaku pembunuhan, masing-masing Sarkoni Rifai (24) dan L (15) dihadirkan. Di hadapan awak media, L, mantan pembantu rumah tangga korban, mengaku menyuruh kekasihnya, Sarkoni Rifai, untuk membalaskan dendam kepada korban karena telah mengejek parcarnya itu.

"Ibu Metha sering sekali mengejek saya, kenapa saya mau pacaran sama dia, dia jelek, hitam, banyak tatto. Saya sakit hati. Tidak hanya itu, korban juga secara langsung menghina pacar saya Rifai saat dia jemput saya pulang kerja dari rumah korban. Bahkan, korban juga sering mengumpat saya, di mana saya tidak bakal dapat kerjaan, dan saya akan susah terus,” jelas L.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji memperlihatkan dua tersangka kasus pembunuhan Metha Novita Handayani (38) saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3/2018). Metha dibunuh pelaku di Jln Bukit Delima 9 No 17 Perumahan Permata Puri, Beringin, Ngaliyan, Semarang. Tersangka pembunuhan adalah sepasang kekasih, yakni Rifai alias Rembulan (24) dan YA (15). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji memperlihatkan dua tersangka kasus pembunuhan Metha Novita Handayani (38) saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3/2018). Metha dibunuh pelaku di Jln Bukit Delima 9 No 17 Perumahan Permata Puri, Beringin, Ngaliyan, Semarang. Tersangka pembunuhan adalah sepasang kekasih, yakni Rifai alias Rembulan (24) dan YA (15). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) (TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA)

L yang juga diberhentikan dari pekerjaan sebagai asisten rumah tanggan korban itu, akhirnya meminta Rifai untuk memberikan pelajaran kepada Metha. Namun, ia berdalih tidak ada niat untuk sampai menghilangkan nyawa ibu 3 anak itu.

“Hanya ngerjain saja, hanya memberikan pelajaran, tetapi tidak sampai membunuh. Ketika Rifai membunuh korban, saya pun kaget, dan lari, bahkan saya juga sempat bertengkar dengan pacar saya ini,” kata L yang pernah mengandung anak Rifai, namun dia mengalamu keguguran.

Terkait dengan tudingan tetangga korban, L tidak mengiyakan jika dia sering membawa teman laki-laki di rumah korban, hingga membuat korban tidak nyaman. Ia mengaku, para pria yang sering menghampirinya di rumah korban, adalah saudaranya.

“Tidak, saya tidak pernah didatangi teman laki-laki banyak, semua itu hanya saudara sepupu saya, pacara saya ini hanya jemput saya kerja dan pulang saja, paling main ke pos,” ungkapnya.

Kedua pasangan yang berencana menikah usai Lebaran nanti, itu telah merencanakan akan mencelakai korban. Di mana ketika L meminta untuk membalaskan dendamnya kepada Rifai, pria bertatto itu pun langsung mengamini keinginan sang pujaan hati.

DITANGKAP - Rifai (23) tersangka pembunuh Metha Novita digelandang anggota Resmob menuju Polsek Ngaliyan, Sabtu (3/3/2018) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
DITANGKAP - Rifai (23) tersangka pembunuh Metha Novita digelandang anggota Resmob menuju Polsek Ngaliyan, Sabtu (3/3/2018) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (tribunjateng/rival almanaf)

“Ya, karena cinta saya sama dia, saya lakukan apa saja. Sejak dia meminta itu, satu hari sebelum kejadian itu, saya pagi sekali meminjam kendaraan kepada om saya, dengan alasan ingin mencari pekerjaan,” jelas Rifai.

Pria warga Mangkang Wetan, Semarang, itu membeberkan bila pisau dapur yang digunakan untuk menusuk korban adalah ide mereka berdua untuk memberikan pelajaran kepada Metha.

“Jadi waktu itu, saya sudah membawa pisau itu, dan mendatangi rumah korban, dengan mengaku meminta minuman dingin darinya bersama L. Saat itu korban bersama putranya yang berusia 7 tahun. Ketika korban tengah mengambilkan saya minum, dia saya bekap, dan saya tusuk dari belakang, kurang lebih 4 kali. Lalu tubuh korban saya sembuyikan di kamarnya,” katanya.

Baca: MERENGEK Minta Kerja, Dikasih Kerja malah L Suruh Pacar Bunuh Bu Metha

Baca: OTAK Pembunuhan Metha Ternyata Mantan Pembantunya, Ridal: Jangan hanya Dihukum 10 Tahun

Baca: Saat Telepon Metha, Ridal Sempat Dengar Suara Bu Beli, Ternyata Itu Pembunuh

Baca: KEJAM, Rifai Pembunuh Metha juga Pukuli si Bungsu dan Membekap hingga Jeritan Tak Terdengar

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved