Di Tokyo, Gus Hayid Menegaskan Bahwa Ilmu Tasawuf Bukan Ilmu Sesat
Yang perlu saya tegaskan terlebih dahulu bahwa tasawuf bukanlah ilmu sesat dan bid'ah yang dholalah
Efeknya, dia akan menjadi orang yang sangat berhati-hati dalam hidup dan mudah membantu orang lain serta suka membahagiakan orang lain karena dia akan selalu mencontoh sifat Allah dalam segala tindakannya sehari.
"Praktiknya bisa dilihat dalam bentuk rajin salat dan ibadah fardu lainnya, terus selalu berbuat baik dan menebar kasih sayang serta tak mau berbuat mafsadat alias kerusakan. Karena prinsip tasawuf dan sufistik itu berdasar firman Allah qod aflaha manzakkaha waqod khoba man dassaha," ujarnya.
"Haditsnya, ma huwal Islam, ma huwal iman dan ma huwan ihsan. Jadi kalau ada orang yang ngaku sufi tapi nggak salat, nggak menjalankan syariah yang lain, bisa dipastikan praktik tasawufnya orang itu sesat alias tak sesuai dengan sunnah Rasulullah," ujar dia.
"Sebab, guru sufi yang paling agung adalah Rasulullah, apakah Rasulullah yang sangat agung itu meninggalkan syariat Allah meski sudah menjadi nabi dan rasul serta dijamin surga? Tidak, beliau tetap salat, zakat puasa haji dan ibadah-ibadah syar'i lainnya," kata Gus Hayid.
"Jadi tasawuf itu adalah disiplin ilmu yang baik karena membuat orang berhati-hati dan selalu bertaqorrub kepada Allah, dan praktik sufi adalah praktik yang mulia, selama tetap sesuai dengan syariat Allah," tegas Gus Hayid yang juga pengasuh pesantren skill Jakarta.(TRIBUNNEWS.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gus-hayid-kiri-dengan-jaket-kuning-muda-bersama-warga-indonesia-di-jepang_20180311_104830.jpg)