Berapa sih Ukuran Tinggi Bayi Dibilang Kerdil atau Normal?
Berapa sih Ukuran Tinggi Bayi Dibilang Kerdil? Sebanyak 495 bayi di Solo mengalami stunting atau kekerdilan
Penulis: akbar hari mukti | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sebanyak 495 bayi di Solo mengalami stunting atau kekerdilan. Jumlah tersebut adalah 3,2 persen dari jumlah keseluruhan bayi yang ada di Kota Bengawan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih saat ditemui di Posyandu Permata Bunda, Solo, Senin (12/3/2018).
"495 anak itu yakni 3,2 persen dari total jumlah bayi di Solo. Penghitungan bayi itu di bawah 2 tahun (baduta)," papar dia.
Meski begitu ia menilai jumlah tersebut cukup bagus, apabila dibandingkan dengan jumlah nasional, yakni mencapai 37% dari jumlah bayi di Indonesia.
Di Kota Solo sendiri, ia menyatakan total bayinya ada 15.191 bayi.
"Jadi itu bagus, tetapi menurut saya, masalah kekerdilan itu harus dininimalisir. Maka, nilai 3,2% itu menjadi pekerjaan rumah bagi saya untuk menuntaskannya," ujar Siti.
Meski memiliki komitmen untuk menuntaskan permasalahan kekerdilan, tetapi ia mengaku kasus tersebut tak hanya bisa diselesaikan oleh DKK Solo saja.
Bahkan, menurutnya faktor kesehatan hanya menyumbang sampai 30% saja masalah kekerdilan ini, dan 70% nya adalah faktor non kesehatan. Siti pun mengajak masyarakat dan dinas terkait untuk bersama-sama menyelesaikan hal tersebut.
"Faktor-faktor itu meliputi masalah sanitasi, pemukiman, hingga ekonomi. Misal jika ibu hamil, tapi suaminya nganggur dan sang jabang bayi tak mendapatkan asupan gizi memadai, jadi kerdil," paparnya.
Dirinya pun menguraikan, bayi stunting atau mengalami kekerdilan bila tinggi sang bayi tersebut lebih pendek dari tinggi rata-rata bayi di Indonesia. Orang sering menyebut kerdil sebagai cebol.
Untuk bayi perempuan, berumur 3 bulan seharusnya memiliki tinggi minimal 55,6 cm, 6 bulan memiliki tinggi 61,2 cm, 9 bulan 65,3 cm, hingga 18 bulan 74,9 cm.
Sedangkan bayi laki-laki, berumur 3 bulan seharusnya memiliki tinggi minimal 57,3 cm, 6 bulan memiliki tinggi 63,3 cm, 9 bulan 67,5 cm, hingga 18 bulan 76,9 cm.
Untuk mengukur tinggi bayi, Siti memaparkan posyandu menggunakan alat bernama tikar ukur bayi. Tikar tersebut menjadi standar di Indonesia saat ini.
"Untuk pilot projectnya ada di 100 kota di Indonesia, tapi tidak di Solo," paparnya.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menambahkan, terkait pemantauan tumbuh kembang anak dalam penanganan kasus kekerdilan, ukuran tinggi anak menjadi tolok ukur yang penting untuk mengetahui apakah anak tersebut tumbuh secara baik atau memiliki masalah pertumbuhan sehingga membutuhkan intervensi lebih lanjut.
"Penanganan stunting wujud komitmen pemerintah yang dilakukan dengan berbagai upaya," kata Jusuf Kalla.
Urgensi penanganan stunting di Indonesia didasarkan pada fakta bahwa sekitar 37% atau kurang lebih 9 juta anak balita mengalami masalah stunting.
Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan negara-negara berpendapatan menengah lainnya.
"Situasi ini jika tidak segera diatasi akan mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan," ujar Jusuf Kalla. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dkk-solo-siti-wahyuningsih-memperlihatkan-tikar-ukur-bayi_20180312_143241.jpg)