Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilgub Jateng

Ganjar Pranowo: Lewat Kartu Tani, Subsidi untuk Petani Bisa Tepat Sasaran

Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghadiri rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) Dewan Pimpinan Cabang, Sabtu (17/3/2018).

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghadiri rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) Dewan Pimpinan Cabang, Sabtu (17/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO - Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghadiri rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) Dewan Pimpinan Cabang, digelar di Gedung Kesenian Sarwo Edi, Sindurjan, Purworejo, Sabtu (17/3/2018).

Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo, Luhur Pambudi dalm sambutanya, mengabarkan bahwa masyarakat secara umum menerima pencalonan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen dalam ajang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023.

"Warga menilai kinerja Pak Ganjar sudah bagus dan elok lima tahun ini," ujar Pambudi.

Meski demikian, masih ada beberapa kekurangan terkait merebaknya isu-isu negatif.

Salah satunya penggorengan program Kartu Tani, yang sudah diprogramkan Ganjar selama ini.

"Selain itu ada isu negatif dari warga-warga. Contohnya Ganjar lebih mementingkan kesenian dibanding pembangunan mushola," imbuhnya, seraya menutup sambutan.

Sementara Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa banyak orang memanfaatkan situasi Pilgub Jateng untuk kepentingan negatif.

"Kami tidak ingin kontestasi Pilgub ini membuat masyarakat Jateng terpecah belah," ujarnya.

Ganjar mengimbau para simpatisan melawan isu negatif menggunakan data.

Dia mengatakan reformasi birokrasi Jawa Tengah masih berjalan.

"Kalau ada pungli (pungutan liar) pegawai, langsung pecat. Saat ini masih dilanjutkan pak Heru (Plt Gubernur Jawa Tengah)," kata dia.

Politikus PDI Perjuangan itu merespon isu negatif penggorengan program Kartu Tani.

"Banyak yang belum paham Kartu Tani. Program itu adalah civil right (hak profesi petani). Supaya subsidi tepat sasaran, untuk petani," tegasnya.

Sebelum adanya program itu, lanjut Ganjar, pasokan pupuk dapat dibeli semua orang, luar profesi petani.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved