Berita Wonosobo
Pantas Bisa Borong 70 Liter Pertalite, Kakek di Wonosobo Ternyata Punya 2 Barcode Berbeda
Satreskrim Polres Wonosobo berhasil membongkar praktik kecurangan distribusi BBM bersubsidi pakai dua barcode berbeda supaya bisa beli banyak.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- Seorang pria di Sapuran, Wonosobo, ditangkap setelah terbukti menyalahgunakan barcode subsidi untuk membeli 70 liter Pertalite yang kemudian dipindahkan ke jeriken untuk dijual kembali secara eceran.
- Polisi mengamankan barang bukti berupa mobil dengan tangki modifikasi serta selang sepanjang dua meter yang digunakan untuk menyedot BBM.
- Atas tindakan ilegal yang merugikan masyarakat luas ini, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Migas dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama enam tahun.
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Satreskrim Polres Wonosobo berhasil membongkar praktik kecurangan distribusi BBM bersubsidi yang melibatkan manipulasi data digital oleh seorang pria berinisial S (61).
Tersangka kedapatan menggunakan berbagai barcode kendaraan yang berbeda untuk mengelabui petugas SPBU agar bisa memborong Pertalite dalam jumlah besar menggunakan mobil Daihatsu Xenia yang telah dimodifikasi tangkinya.
Tujuan pelaku supaya bisa menjual kembali secara eceran.
Baca juga: Akal-akalan Pria 61 Tahun di Wonosobo, Modifikasi Xenia agar Bisa Borong 70 Liter Pertalite
Kasus ini terungkap saat anggota Unit II Satreskrim Polres Wonosobo melaksanakan patroli rutin pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 15.25 WIB di jalur Wonosobo-Purworejo, tepatnya di area SPBU.
Patroli saat itu dipimpin oleh Kanit II Satreskrim Polres Wonosobo Ipda Andre Marco Julianto, bersama enam anggota.
Ia mencurigai sebuah kendaraan Daihatsu Xenia warna silver dengan pelat nomor depan AA 1023 UZ tanpa pelat nomor belakang.
"Petugas kemudian melakukan pembuntutan hingga kendaraan tersebut tiba di rumah pengemudi," ucapnya, Rabu (22/4/2026).
Diketahui rumah pengemudi berada di Dusun Gedangan, Desa Pacekelan, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.
Saat dilakukan pemeriksaan, kendaraan milik S ditemukan telah dimodifikasi pada bagian tangki, diduga untuk menampung BBM dalam jumlah lebih besar.
Selain itu, petugas juga menemukan selang berwarna hijau sepanjang kurang lebih dua meter yang digunakan untuk menyedot BBM dari tangki ke jeriken.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui membeli Pertalite subsidi sebanyak dua kali di wilayah Wonosobo.
Masing-masing Pertalite yang dibelinya senilai Rp350.000 atau sekitar 35 liter per transaksi.
Total pembelian mencapai sekitar 70 liter yang kemudian dipindahkan ke tiga jeriken berkapasitas sekitar 35 liter untuk dijual kembali secara eceran di rumahnya.
| 2.000 Pohon Ditanam di Wonosobo saat Hari Kartini untuk Selamatkan Hulu Serayu |
|
|---|
| 14 Rekomendasi DPRD Warnai Pembahasan LKPJ Bupati Wonosobo 2025 |
|
|---|
| CKG Wonosobo Capai 39,20 Persen, Temuan Hipertensi dan Obesitas Tinggi |
|
|---|
| Jadi Korban Tabrak Lari, Bocah 11 Tahun Tewas di Jalan Banjarnegara-Wonosobo |
|
|---|
| Wonosobo Perkuat Kolaborasi CSR untuk Hadapi Krisis Lingkungan yang Kian Serius |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260422_penyalahgunaan-BBM-subsidi-jenis-Pertalite-di-Wonosobo_1.jpg)