Breaking News:

Mom and Kids

Tips Mencegah Anak Mengalami Kesulitan Buang Air Besar

Tips Mencegah Anak Mengalami Kesulitan Buang Air Besar. Kini harus membiasakan mereka mengonsumsi sayur dan buah.

Penulis: Nur Rochmah | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN
Si Kecil harus dibiasakan konsumsi makanan buah dan sayuran 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sempat mengalami kesusahan buang air besar, Khaylila Hanintyas, putri dari Noor Sya’diyah diharuskan mengonsumsi makanan kaya serat selama kurang lebih satu bulan. Kejadian yang sempat membuat Noor panik itu, terjadi karena putri semata wayangnya memang susah saat disuruh mengonsumsi sayuran atau buah-buahan yang kaya serat.

“Beruntung gejala susah buang air besarnya tidak sampai parah. Sempat juga konsultasi ke dokter dan diberikan beberapa obat, tapi untuk mengantisipasinya saya mulai mengajak dia untuk lebih menyukai makan sayuran dan buah-buahan. Agar pencernaan dia lancar dan tidak mudah sembelit lagi,” ujar Noor saat dijumpai Tribun Jateng, Selasa (13/3).

Menerapkan kebiasaan yang awalnya tidak disukai anak, sebenarnya susah-susah gampang. Noor harus mencoba memutar otak agar anak bisa dibujuk untuk mulai terbiasa menyukai makanan yang kaya serat. Satu di antara cara yang ia gunakan adalah melakukan inovasi makanan.

“Karena anak-anak menyukai sesuatu yang lucu dan bikin dia penasaran, jadinya saya sering menyajikan makanan yang bentuknya lucu-lucu. Misalnya, membuat makanan berbentuk tokoh kartun dan kaya warna. Walau awal penerapannya masih susah. Saya harus sabar dan membujuk anak secara perlahan-lahan, lalu memberikan dia pengertian tentang manfaat mengkonsumsi makanan yang kaya serat,” jelasnya.

Selain membuat makanan berbentuk tokoh kartun, Noor juga membuat makanan yang sayurannya dicacah halus lalu dicampurkan ke dalam nasi. Di sisi lain, agar putrinya tidak merasa dipaksa untuk mengonsumsi makanan yang tidak begitu disukainya, Noor juga lebih sering mempraktikkan makan sayuran di depan putrinya sambil terus membujuknya untuk menyicipi.

“Anak akan semakin mudah mengikuti, misal saya sebagai orangtua juga memberikan contoh serupa di hadapannya langsung. Sekarang pun untuk makanan camilan, saya lebih sering menyodorkan buah-buahan daripada makanan ringan yang cenderung tidak ada kandungan gizinya,” tegas Noor.

Hal senada juga diutarakan oleh Mahfudoh, yang sempat dibikin pusing kerena anak-anaknya terlalu susah dibiasakan mengonsumsi sayuran. Anak pertamanya, Bayu Atsa Andrensa sampai minum obat beberapa kali akibat terlalu sering susah buang air besar. Semantara putri keduanya, Lintang Dwi Haryani hanya sekali mengalami kesusahan buang air besar akibat terlalu sedikitnya ia mengonsumsi sayuran dan buah di menu makanannya.

“Kini mau tak mau saya harus membiasakan mereka mengonsumsi makanan sayur dan buah. Tidak harus setiap hari, terkadang ada jadwal-jadwal tertentu yang dijadikan hari wajib makan sayur dan buah. Jurus jitunya ya saya harus membuat makanan yang mereka sukai, agar selera makannya juga tetap ada,” kata Mahfudoh.

Untuk kudapan sehari-hari, Mahfudoh memasukan buah-buahan sebagai camilan wajib yang harus ada di setiap bekal makan anak-anaknya. Baginya, mencegah jauh lebih baik sebelum terkena sakit. Namun, pada kenyataannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mahfudoh menyadari bahwa pengaruh lingkungan juga sangat mempengaruhi selera makan anak-anaknya.

“Karena hampir sebagaian waktu anak dihabisakan di sekolah, bermain bersama teman-teman dengan godaan jajanan kaki lima yang ada di area sekolahan. Pastinya anak juga terlalu susah, misal dilarang makan jajanan yang sembarangan. Saya pun membekali makanan sendiri dari rumah, tapi tetap saja mereka ingin menyicipi makanan di luar bersama teman-teman bermainnya,” bebernya.

Mengalami kesusahan tersebut, tak lantas membuat Mahfudoh berputus asa. Ia pun mencoba membangun komunikasi dua arah antara dirinya dengan buah hatinya. Sebelum membuatkan makanan, ia sering menanyakan langsung ke anak terkait makanan kesukaannya. Selain itu, Mahfudoh juga sebisa mungkin tidak membiasakan anak-anaknya mengkonsumsi makanan siap saji.

“Saat bepergian ke suatu tempat saya menghindari beli makanan yang siap saji. Sukanya mencari makanan khas saja, kan biasanya makanan tersebut seringnya dimasak secara tradisional. Sekalian mengajarkan anak akan kayanya kuliner nusantara,” pungkasnya. (tribunjateng/cetak/nrh)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved