Ini Alasan Kenapa Kartu ATM Debit Rentan Dibobol Oleh Alat Skimming
Direktur Ditreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengungkapkan alasan mengapa kartu ATM mudah dibobol oleh alat skimming.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Ditreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengungkapkan alasan mengapa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) mudah dibobol oleh alat skimming.
Ia menjelaskan, upaya skimming rentan terjadi pada kartu ATM jenis Debit.
Pasalnya, sebagian besar kartu debit ATM belum menggunakan chip EMV yang biasa ditemukan pada kartu ATM Kredit.
Chip EMV sendiri berfungsi agar kartu ATM tidak mudah di-copy atau dibobol alat skimming yang dioperasikan oleh seorang hacker.
"Banyak bank yang belum pakai chip EMV di kartu debit. Jadi, pihak Bank Indonesia (BI) dan Polri sudah mempersiapkan rencana itu ke depan agar kasus skimming tidak melebar, khususnya di Jawa Tengah," terang Kombes Pol Lukas saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (21/3/2018).
Menurutnya, sebagian besar kartu debit masih memakai perangkat magnetic strip sehingga mudah diretas oleh alat skimming.
Sebab, saat mulut mesin memindai kartu debit, sistem kerja magnetic strip dapat terekam juga oleh alat skimming yang terpasang di mulut mesin kartu ATM.
Lebih lanjut, ia juga menerangkan, sebenarnya pihak BI telah menetapkan National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS).
Kata Lukas, dalam standar tersebut kartu ATM debit di seluruh Indonesia harus terpasang chip EMV seperti kartu ATM kredit.
Maka dari itu, Polri dan BI mendorong perbankan utk menggunakan chip tersebut.
Tak hanya itu, pihaknya pun sudah menerima perintah dari Mabes Polri untuk mengantisipasi kasus skimming dengan berkordinasi jajaran Polda lain.
"Kami sudah mendapat laporan dari Mabes Polri. Kami akan kordinasi dengan Polda Metrojaya, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengantisipasi kasus ini agar tidak melebar," lanjutnya.
Perlu diketahui, sejauh ini kasus skimming belum terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng).
Dalam hal ini, Polda Jateng belum menerima laporan terkait kasus skimming atau pembobolan data kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) oleh hacker di wilayah hukumnya.
Meski begitu, pihak Polda Jateng tetap melakukan langkah antisipasi lewat instruksi khusus dari Mabes Polri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kartu-kredit_20160308_224021.jpg)