KASUS NARKOBA

Ya Ampun, masih Anak-anak sudah Edarkan Sabu

Namun, Sidik enggan menjelaskan secara detail bagaimana anak usia sekolah tersebut terjerumus dalam peredaran narkotika.

Ya Ampun, masih Anak-anak sudah Edarkan Sabu
Tribun Jateng/Muh Radlis/dok
FOTO LAMA Kacang berisi sabu yang disita petugas sebagai barang bukti. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang anak ditangkap anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang terkait peredaran narkotika. Penangkapan ini menambah daftar panjang kasus anak terlibat tindak kriminal, tiga bulan terakhir.

"Anak itu kami indikasi bukan hanya memakai namun juga mengedarkan. Dia dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Itu yang harus diwaspadai," kata Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidik Hanafi saat dijumpai di ruang kerja, Kamis (22/3).

Namun, Sidik enggan menjelaskan secara detail bagaimana anak usia sekolah tersebut terjerumus dalam peredaran narkotika.

Sidik memastikan, proses hukum tetap berjalan dan mengacu pada Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Sidik mengakui, saat ini, warga di kelas ekonomi menengah ke bawah menjadi sasaran para bandar narkoba. Mereka direkrut menjadi pengedar dengan iming-iming upah besar. Mereka yang terhimpit persoalan ekonomi bakal mudah menerima tawaran kerja mudah dan imbalan besar tersebut.

"Modusnya sama. Pengendali peredaran narkoba beroperasi hanya menyuruh menaruh paket di titik-titik tertentu. Itu kan mudah dan seolah aman bagi orang yang sedang terhimpit ekonomi," jelas Sidik.

Lebih mudah karena 80 persen pengendali pengedar tersebut merupakan narapidana. "Jadi, mereka beroperasi menggunakan ponsel. Saat kami datangi ke LP, tidak terverifikasi karnea ponsel dan kartu sudah tidak ditemukan dan mereka menggunakan nama samaran," ujarnya.

Selain anak usia sekolah, Sidik mengungkapkan, hingga Maret, pihaknya sudah meringkus 76 tersangka peredaran narkotika. Dia menjelaskan, kasus narkotika yang ditangani masih didominasi jenis sabu.

"Ada 58 kasus yang ditangkap di wilayah Semarang dengan jumlah tersangka 76 orang. Dari jumlah itu, satu orang masih berusia di bawah 18 tahun," ungkap Sidik.
Tiga bulan terakhir, polisi telah menangkap empat anak pelaku kejahatan. Tak tanggung-tanggung, kejahatan yang mereka lakukan tergolong berat.

Selain anak yang mengedarkan narkotika, sebelumnya, polisi telah menangkap tiga remaja pelaku pembunuhan.

Dua pelajar SMK di Kota Semarang atas kasus pembunuhan sopir taksi daring yang dilakukan 20 Januari 2018. Sementara, seorang rejama juga diamankan setelah membunuh ibu rumah tangga di Ngaliyan, Kamis (1/3). (tribunjateng/cetak/val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved