Inilah Alpukat Wina Bandungan, Jadi Primadona
Wina, nama jenis alpukat itu kini banyak dicari karena tekstur buahnya yang komplit, berukuran besar, berdaging tebal dan berasa gurih.
Penulis: ponco wiyono | Editor: galih permadi
"Saking seringnya mendapat apresiasi sampai saya sempat bawa buah yang bukan unggulan karena biar peserta lain merasakan menang juga," tuturnya.
Moncernya budidaya alpukat wina pun terasa hingga ke wilayah lain di Kabupaten Semarang. Bendara Berkah Jaya, Surjanto, mengatakan secara keseluruhan hingga kini terdapat 25 ribu pohon alpukat wina di kabupaten tersebut. Dari jumlah sebanyak itu tiga ribu di antaranya sudah bisa diandalkan untuk memproduksi buah.
Namun demikian, petani tetap saja kewalahan dengan permintaan pasar yang semakin hari semakin meningkat.
"Setiap petani sudah memiliki pembeli tetap sendiri yang tersebar di seluruh Jawa dan Kalimantan. Saya berulang kali ditawari untuk mensuplai Singapura dan Malaysia namun tidak bisa karena memang perlu stok yang sangat besar dan berkelanjutan," urainya.
Mengenai perhatian pemerintah sendiri Saryono mengatakan sejauh ini sudah baik. Beberapa kali pemerintah daerah membeli bibit-bibit tanaman alpukat wina dari asosiasinya untuk disumbangkan kepada petani di kecamatan lain.
Saat ini, Saryono melanjutkan, yang diperlukan adalah membangun sistem agar budidaya alpukat wina ini bisa semakin digemari dan stok buah semakin memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar.
"Kalau satu pohon bisa panen satu ton dan itu sudah melimpah hasilnya, bagaimana jika ada 70 ribu ton yang dipanen. Itu jangka panjangnya, yang penting sekarang masyarakat suka dulu untuk menanamnya. Di Gunungpati juga sudah saya galakkan untuk beberapa kebun, sebab masyarakat itu perlu contoh langsung," kata Saryono.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/saryono-menunjukkan-tekstur-alpukat-wina-pada-pekan-lalu_20180325_172542.jpg)