Meski Sangat Sayang, Jangan Cium Bibir si Kecil, Bisa Tularkan Penyakit
Dokter Novac Mahayu D, Msi Med, Sp. A, menjelaskan, pada mulut orang dewasa terdapat bakteri atau jamur jahat
Penulis: Puspita Dewi | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi
TRIBUNJATENG. COM - Ada banyak bentuk kasih sayang yang diberikan orangtua kepada anak, satu di antaranya adalah ciuman.
Namun, ciuman sebagai bentuk kasih sayang orangtua kepada anak atau sebaliknya, tidak dianjurkan oleh dokter spesialis anak RS Hermima Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.
Dokter Novac Mahayu D, Msi Med, Sp. A, menjelaskan, pada mulut orang dewasa terdapat bakteri atau jamur jahat dan bakteri baik.
"Ciuman bibir dengan buah hati dapat memindahkan bakteri jahat ke dalam mulut mereka," tuturnya , Minggu (25/3/2018).
Pasalnya, liur merupakan cairan tubuh yang mudah menjadi median menularnya virus.
Dokter Novac menambahkan, air liur berfungsi untuk membantu mencerna makanan serta menjaga keseimbangan mulut.
Namun sekali lagi, penyakit menular mudah disebarkan melalui liur, baik itu difteri, flu, bahkan penyakit seks menular pun tidak menutup kemungkinan bisa menjangkit sang buah hati.
"Liur, sesedikit apapun tetap memiliki kemampuan untuk menyebarkan bakteri, virus, serta jamur," jelasnya saat ditemui di RS Hermima Banyumanik, Jalan Jenderal Pol Anton Sujarwo Nomor 195, Banyumanik, Semarang Jawa Tengah.
Selain menimbulkan penyakit, ternyata ciuman atau mengecup bibir si kecil juga dapat menimbulkan kesadaran seksualnya.
Dilansir dari kompas.com, seorang psikolog pendidikan dan anak di Universitas California Los Angeles, dr Charlotte Reznick mengatakan saat anak mencapai 4-6 tahun, kesadaran seksualnya mulai muncul.
Bahkan ada beberapa anak yang kesadaran seksualnya muncul lebih awal, sekitar usia 2 atau 3 tahun.
Menurutnya, ciuman bibir akan mendorong kesadaran seksual (syahwat) mereka.
Reznick, yang juga penulis buku berjudul The Power of Your Child's Imagination: How to Transform Stress and Anxiety Into Joy and Success, menambahkan tanpa disadari oleh orangtua, kebiasaan mencium bibir anak dapat membuat anak memiliki pikiran dan menyimpulkan aktivitas romantis ayah dan ibunya.
"Anak bisa berpikir: 'Jika Ibu mencium Ayah di bibir dan sebaliknya, apa artinya jika aku yang masih kecil mencium orangtuaku di bibir?'," imbuh Reznick.
Tak hanya itu, karena mulut menjadi satu bagian sensitif seksual, sehingga mencium bibir dapat menstimulasi dan membuat anak menjadi bingung, karena mencium bibir adalah gestur yang terlalu seksual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-ibu-bayi_20170830_013541.jpg)