Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ujian Nasional

Titi Siapkan Genset Antisipasi Gangguan Listrik Saat UNBK

Kami sudah siap menyelenggarakan UNBK. Dari sarana dan prasaranan, kami menyiapkan komputer dan tenaga enginering.

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
Tribun Jateng/akbar hari murti/dok
foto dokumen Para siswa SMKN 6 Semarang mengikuti UNBK hari pertama, di kampus SMKN 6 Semarang, Jalan Sidodadi Barat No. 8, Semarang, Senin (3/4). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah sekolah menyatakan kesiapannya menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), April . Mereka menyiapkan genset untuk mengantisipasi gangguan listrik demi kelancaran ujian.

"Kami sudah siap menyelenggarakan UNBK. Dari sarana dan prasaranan, kami menyiapkan komputer dan tenaga enginering. Sedangkan untuk antisipasi listrik mati, kami siapkan genset," kata Kepala SMAN 5 Semarang, Titi Priyatiningsih, Senin (26/3).

Menurut Titi, UNBK digelar mulai awal April.

Untuk SMK, UNBK dijadwalkan 2-5 April.

Sementara, SMA dan MA berlangsung 9-12 April.

"Untuk ujian susulan, baik SMK, SMA, dan MA, berlangsung 17-18 April," imbuhnya.

Titi menuturkan, pihaknya juga menyiapkan software bagi 396 siswa yang bakal mengikuti UNBK. Software tersebut telah dipakai beberapa kali dalam tryout dan ujicoba UNBK yang dilaksanakan di sekolahnya.

"Kami menambah jam pengayaan pada Sabtu meski sebenarnya diterapkan lima hari sekolah. Kami berharap, hasil UNBK memuaskan dan semua peserta lulus," harapnya.

Dia pun berharap dukungan orangtua siswa dalam mempersiapkan UNBK. Bahkan, jika perlu, mendampingi saat belajar. "Keberhasilan pendidikan ditopang tiga komponen, yaitu sekolah, orangtua dan lingkungan. Karenanya, orangtua harus mendukung, mendoakan, dan mendampingi. Sehingga, siswa bisa meraih hasil bagus pada UNBK nanti," kata Titi.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo, juga memastikan kesiapan pelaksanaan UNBK 2018 jenjang SMA, SMK dan MA. Namun, tak semua SMA di Jateng bakal menggelar UNBK secara mandiri.

"Di tingkat SMA, 98 persen sekolah menyatakan siap melaksanakan UNBK secara mandiri. Sisanya (dua persen) nanti akan bergabung. Sementara tingkat SMK, 100 persen siap menggelar UNBK," kata Gatot.

Pihaknya pun sudah mengecek ke sekolah yang bakal menggelar UNBK. Gatot memastikan, alat dan infrastruktur kegiatan siap digunakan.

Dikatakannya, pihak sekolah tidak harus menyediakan komputer sesuai jumlah siswa peserta UNBK. Hal itu karena pelaksanaan ujian secara mandiri bisa dibagi dalam tiga gelombang.
"Misalnya, kalau siswanya berjumlah 150 dan sekolah memiliki 55 unit komputer, itu sudah cukup. Kan nanti pelaksanaan UNBK bisa dibagi dalam tiga shif," terangnya.

Persiapan lain berupa data pokok pendidikan (dapodik) dan daftar nominasi tetap (DNT) peserta UNBK juga sudah final. Termasuk, simulasi-simulasi pelaksanaan UNBK sebagai latihan.

Mengenai kebocoran soal, Gatot memastikan, tidak akan terjadi. Bahkan, peluang siswa untuk mencontek pekerjaan kawannya juga tidak memungkinkan. Pasalnya, soal UNBK tahun ini dibuat berbeda sesuai jumlah siswa peserta.

"Karena masing-masing soal memiliki model berbeda sehingga samping kanan-kiri pun tidak bisa mencontek. Dalam setiap shif saja, soalnya berbeda. Satu ruangan juga berbeda. Kalau dalam ruangan ada 24 siswa peserta UNBK, model soalnya ya 24 macam," jelasnya. (tribunjateng/cetak/nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved