Praktisi Ekonomi Ragukan Efektifitas Penurunan Tarif Tol
Mahalnya tarif tol bukan semata-mata penyebab tingginya ongkos logistik. Indikator lain yang jadi penyebab mahalnya ongkos logistik
"Bukan penurunan, tapi istilah Menteri Keuangan (Menkeu) mengharmonisasi tarif tol. Kenapa harmonisasi? Kan harganya bervariasi, ini diharmonisasi.
Jadi supaya tidak terlalu beda per kilometernya karena itu tarif dasar,” kata Basuki di Madiun, Kamis (29/3).
Dijelaskan Basuki, ada empat tarif yang berlaku di ruas tol, tergantung dari tahun konstruksi. Untuk tol yang dibangun antara tahun 1970-an hingga 2000, tarifnya Rp 400 per kilometer. Sementara, yang dibangun pada 2000-2010 tarifnya di kisaran Rp 700 per kilometer.
Adapun untuk yang dibangun antara 2010-2015 kisaran tarifnya Rp 900 per kilometer dan Rp 1.500 per kilometer untuk tahun 2015-2018. Tingginya tarif tol tiga tahun terakhir lantaran adanya beberapa pekerjaan konstruksi yang digarap secara layang atau elevated.
Basuki menambahkan, dari 39 ruas yang dikaji, tiga di antaranya selain diberi perpanjangan waktu konsesi juga akan diberikan insentif pajak. Ketiganya yaitu Tol Solo-Ngawi, Tol Ngawi-Kertosono, dan Tol Kertosono-Mojokerto. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/brexit-timur_20170621_184824.jpg)