Facebook Akan Umumkan Akun yang Bocor
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara memastikan telah menindaklanjuti informasi penyalahgunaan data pengguna Facebook
Fakta baru muncul dan membuktikan Facebook gagal dalam melindungi informasi pribadi serta meraih keuntungan dari data-data itu. Facebook telah mengakui kesalahan tersebut dan menghapus fitur yang memungkinkan pengguna memasukkan nomor telepon atau alamat email ke dalam alat pencarian.
Zuckerberg membela kebijakan perusahaan yang mengumpulkan data pengguna untuk model bisnis yang menguntungkan.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) khawatir, bocornya data pengguna Facebook. Bamsoet menganggap kebocoran data para Facebookers merupakan persoalan serius. “Ini isu besar dan global. Sejuta lebih data user Facebook Indonesia bocor, tentu tak bisa dianggap enteng,” ujar Bamsoet .
Bamsoet menambahkan, sejauh ini baru Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang sudah merespons persoalan itu. Namun, tindakan tegas pemerintah terhadap Facebook tak berimbas secara signifikan.
“Karena sanksi yang diberikan kepada Facebook ringan sekali. Padahal kedaulatan negara tidak hanya soal teritori darat, laut, dan udara, tapi juga ruang siber,” tutur Bamsoet.
Bamsoet menduga bocornya data sejuta Facebookers di Indonesia akan jadi masalah. Terlebih, sebelumnya Indonesia juga sudah didera persoalan wabah hoaks ataupun berita palsu.
”Indonesia adalah negara di peringkat ketiga setelah Amerika Serikat dan Filipina dalam hal jumlah kebocoran data pengguna Facebook,” ujarnya.
Bamsoet mendukung rencana Komisi I DPR memanggil pejabat tertinggi Facebook Indonesia. Bahkan, Bamsoet akan mendukung jika DPR membentuk panitia khusus (pansus) tentang kebocoran data Facebook.
“Jika perlu, bentuk Pansus untuk hal ini. Amerika dan Inggris juga sudah melakukannya,” pungkasnya. (tribun network/rin/yat/sen)