Puji Hendi, Kalimat Pasien di RSUD KRMT Wongsonegoro Ini Bikin yang Hadir Ngakak
"Padahal saya dulu tidak nyoblos pak Hendi, tapi sekarang bisa menikmati fasilitas UHC yang sangat bermanfaat," ujarnya
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aris adalah seorang pasien rawat inap di RSUD KRMT Wongsonegoro, Jl Fatmawati No 1, Mangunharjo, Tembalang, Kota Semarang.
Ketika Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) berkunjung ke sana pada Senin (9/4/2018) kemarin, Aris justru mengungkapkan hal yang lucu.
"Padahal saya dulu tidak nyoblos pak Hendi, tapi sekarang bisa menikmati fasilitas UHC yang sangat bermanfaat," ujarnya.
Berdasarkan keterangan tertulis Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada hari ini, Selasa (10/4/2018), hal itu disampaikan oleh Aris sendiri yang merupakan warga Sarirejo, Kota Semarang kepada Hendi saat berkeliling meninjau pelayanan RSUD KRMT Wongsonegoro kepada pasien kelas III.
Ucapan Aris tersebut pun mengundang gelak tawa dari seluruh orang yang berada dalam Ruang Nakula 3, yaitu tempatnya dirawat.
Sementara itu, Hendi mengatakan bahwa pelayanan rumah sakit adalah salah satu hal yang paling disorot oleh penduduk.
“Orang (warga) melihat pelayanan Pemerintah Kota Semarang adalah dari pelayanan rumah sakitnya, apabila pelayanan rumah sakitnya baik maka orang akan menganggap pelayanan pemerintah adalah baik," tutur Hendi.
"Tapi begitu juga sebaliknya, jika pelayanannya lama, kemudian susternya marah-marah, di poliklinik juga tidak dilayani dengan cepat, maka orang pasti akan menilai pelayanan pemerintah sangat buruk,” timpalnya.
Hendi juga berharap agar seluruh karyawan di rumah sakit itu tidak membeda-bedakan sikap pelayanan yang diberikan kepada pasien.
"Pemerintah Kota Semarang punya program UHC, semua dijamin berobat gratis untuk dirawat di kelas 3. Ini harus disengkuyung, jangan sampai karena pakai fasilitas UHC lalu pelayanannya tidak optimal dan tidak ramah," imbau Hendi.
Ia juga mengungkapkan jumlah fasilitas tempat tidur di rumah sakit itu yang semakin bertambah.
“Sebelum tahun 2014 hanya ada 150 tempat tidur untuk pasien kelas III di sini, setelah itu kita tingkatkan sampai kapasitas 270 tempat tidur yang semuanya dilengkapi AC. Tahun depan (2019) juga akan kami tambah kapasitasnya dengan membangun gedung Sadewa," ungkap Hendi.
“Jadi, kalau fasilitas dikejar terus maka pelayanan juga harus mengikuti, jangan sampai ketinggalan. Hal ini harus terus dievaluasi agar pelayanan dapat maksimal,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rsud-krmt-wongsonegoro_20180410_110359.jpg)