Kasus Narkoba

Pengedar Sabu Tewas Didor, Tri Agus: Kurir dan Pengendali di Lapas Tidak Saling Kenal

Empat tersangka yang diamankan BNNP Jateng ternyata merupakan jaringan pengedar narkotika jenis sabu lintas provinsi.

Pengedar Sabu Tewas Didor, Tri Agus: Kurir dan Pengendali di Lapas Tidak Saling Kenal
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru dan Kabid Berantas BNNP Jateng AKBP Suprinarto saat menggelar press rilis, Selasa (17/4/2018). 

Sementara itu, Kabid Berantas BNNP Jateng AKBP Suprinarto menyebut bahwa tersangka Imam ini sempat tidak kooperatif saat sudah tertangkap tangan.

"Sewaktu digiring masuk ke mobil, tersangka ini (Imam) malah melarikan diri. Kami berikan tembakan peringatan pun tidak digubris, akhirnya kami tembak kakinya lalu dibawa ke RS Bhayangkara Semarang," ucap AKBP Suprinarto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Budi juga memiliki keterkaitan dengan dua kurir atau pengedar lainnya di Kebumen dan Cilacap.

Dua tersangka itu bernama Tri Yuwono yang ditangkap di Kebumen pada Minggu (15/4/2018) dan Arianto diringkus di Cilacap, Senin (16/4/2018).

"Punya keterkaitan. Budi mengendalikan Imam dan Tri yang merupakan kurir. Tapi di antara para kurir tidak saling mengenal. Budi mengendalikan mereka dengan sekedar HP saja," lanjut Suprinarto.

Pri, sapaan akrabnya, menyebut, Tri mendapat sabu seberat 2 kg berasal dari Palembang.

"Tri tertangkapnya di Kebumen. Dia berangkat dari Yogyakarta ke Palembangnya via pesawat untuk mengambil sabu. Setelah itu, tersangka Tri naik bus ke Kebumen dan tertangkap tangan di sana. Pergerakan Tri kami ketahui karena ada pengakuan dari Budi," papar Pri.

Tri kembali lagi ke Jateng menggunakan bus secara bergantian dari Palembang menuju Kebumen.

"Dari Palembang, naik ke Jakarta. Dari sana terus lanjut ke Tegal. Terus naik bus lagi ke Purwokerto hingga tiba di Kebumen," tambah Pri.

Rencananya, sabu 2 kg yang dibawa Tri akan diberikan ke Arianto di Cilacap.

Namun sejauh ini, pihak BNNP Jateng belum mengetahui rencana Arianto akan mengantarkan sabu 2 kg itu kemana.

Pasalnya, saat Arianto tertangkap tangan oleh petugas BNNP Jateng, ia malah berusaha melarikan diri dan tidak kooperatif.

Akhirnya Arianto tewas tertembak setelah mengabaikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali oleh petugas BNNP Jateng. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved