Kuasai Bisnis dari Hulu, Batik Benang Ratu Ciptakan Harga Kompetitif
Kuasai produksi dari hulu hingga hilir, mendorong Batik Benang Ratu bertahan di tengah persaingan.
Penulis: raka f pujangga | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kuasai produksi dari hulu hingga hilir, mendorong Batik Benang Ratu bertahan di tengah persaingan.
Owner Batik Benang Ratu, Maria Eunike mengatakan, tidak banyak produsen yang memproduksi sendiri batik hingga menjualnya ke pasaran.
Padahal, sistem tersebut dinilai mampu membuat harga yang dijual lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi.
"Namun tidak banyak produsen yang bisa melakukannya, mencetak dan memasarkannya. Hanya produsen yang besar saja," jelas dia, disela-sela pembukaan cabang ke empatnya di Jalan Setiabudi, Kota Semarang, Rabu (18/4/2018).
Dia menjelaskan, melalui sistem yang memotong rantai distribusi tersebut membuat harga lebih efisien.
"Harga yang dijual di sini harga pabrik, yang kami jual ke end user (pengguna). Jadi harganya bisa lebih murah," jelasnya.
Dia mengaku, menyediakan busana batik yang sudah jadi dan kain batik untuk konsumen yang ingin menjahit sesuai keinginannya.
Harganya untuk kemeja mulai dari Rp 52 ribu per potong, sedangkan untuk kainnya mulai dari Rp 25 ribu per dua meter.
Sedangkan untuk kain kelas premium, dijual mulai dari Rp 69 ribu per dua meter kain.
"Kami menyediakan produk untuk semua segmen, kelas menengah ke bawah dan ke atas," ujar dia.
Bagi konsumen yang ingin menggunakan motif bati sesuai keinginannya, pihaknya juga menerima pesanan. Minimal pemesanannya, setara dengan panjang kain 2.000 meter.
"Kami juga memberikan masukan kepada konsumen terhadap kreasi motif batik yang diinginkan konsumen," jelas dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/owner-batik-benang-ratu-maria-eunike-dan-christian-sinudarsono_20180418_182337.jpg)