Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilgub Jateng

Gus Yasin Yakin Ekotren Akan Menjadi Budaya Baru

Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Taj Yasin mengusulkan program ekonomi tren atau Ekotren

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: muslimah
Istimewa
Gus Yasin saat menggelar focus group discussion terkait Ekotren di Semarang, Rabu (18/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Taj Yasin mengusulkan program ekonomi tren atau Ekotren.

Program itu untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat Jateng.

Konsep Ekotren, sesuai rilis, diharapkan Gus Yasin menjadi budaya baru bagi warga.

"Karena program ini bersentuhan dengan platform ekonomi digital," kata Gus Yasin sesuai rilis, saat menggelar focus group discussion terkait Ekotren di Semarang, Rabu (18/4/2018) kemarin.

Konsep Ekotren, lanjut Gus Yasin, terus dikembangkan terutama memaksimalkan kegiatan usaha yang ada di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan usaha kecil, mikro dan menengah banyak yang belum diserap pasar.

Gus Yasin menyinggung usaha rumahan keripik Jamur di Kabupaten Temanggung yang terkendala pasar. Padahal usaha itu mampu melakukan produksi yang besar. Namun karena pasar yang belum terbangun, penghasilan pun terbatas.

Oleh karena itu, Ekotren, sambung Yasin, direncanakan salah satunya memfasilitasi agar produk-produk masyarakat bisa ditawarkan secara lebih luas. Semua pihak bisa bergabung dalam program itu.

Selain itu, Ekotren juga nantinya mengedukasi masyarakat untuk masuk ke dalam platform ekonomi digital. Semua transaksi akan dilakukan melalui sistem digital.

"Kami nanti akan kembangkan e-money bagi masyarakat dan pesantren. Kami akan sosialisasikan dulu ke masyarakat agar program berjalan lebih mudah," tambahnya.

Taj Yasin sebelumnya mengatakan bahwa Ekotren akan mampu mengurangi angka kemiskinan melalui pembangunan sentra kulakan.

Sentra itu akan dibangun di sejumlah lokasi strategis di dekat masjid atau pondok pesantren.

Tiap sentra kulakan akan membawahi setidaknya 100 warung-warung kecil di sekitar lokasi inti.

Sentra kulakan diyakini membuka lapangan pekerjaan baru, karena mempekerjakan warga sekitar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved