Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bikin Ger-geran, Begini Keseruan Peringatan Hari Kartini di SDN Bojongsalaman 02 Semarang Barat

"Iyaa mami sebentar to, ini pakai pensil alis atau lipstik dulu?," tanya Refi kepada Irma yang duduk dihadapannya

Penulis: Hermawan Handaka | Editor: muslimah
Istimewa
Peringatan Hari Kartini Ala Siswa SD N Bojongsalaman 02 Semarang Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Handaka

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Aduh Refi alis mami yang sebelah kok kamu buat kayak Sinchan begini!" seloroh Irma seraya berkaca di sebuah cermin kecil yang ia genggam.

Refi Rismadhani hanya tersenyum dan lebih banyak menghiraukan omelan ibunya. Siswa kelas 6A SDN Bojongsalaman 02 itu terus melanjutkan aksi dalam perlombaan merias wajah ibu.

"Iyaa mami sebentar to, ini pakai pensil alis atau lipstik dulu?," tanya Refi kepada Irma yang duduk dihadapannya.

"Pensil alis dulu sayang, nanti lipstik belakangan. Ini bedaknya pakai warna merah jangan yang itu," kata Irma sambil menunjuk sebuah warna di papan bedak yang dipegang anaknya.

Irma mengaku baru kali ini dirias oleh anaknya yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Ia pun antusias mengikuti kegiatan ini karena bisa dijadikan sebagai ajang mempererat hubungan orang tua dan anak.

Puluhan penonton menyaksikan dari depan panggung terkadang dibuat tertawa. Apalagi ketika para ibu-ibu yang dijadikan model terus ngomel karena mungkin hasil riasan tak sesuai keinginan.

Aksi lucu dari ibu dan anak tersebut tersaji dalam hajatan yang diselenggarakan SDN Bojongsalaman 02 dalam rangka memeriahkan hari Kartini. Perwakilan dari masing-masing kelas empat, lima dan enam diminta untuk mengikuti lomba merias wajah ibunya.

Sebelum lomba merias wajah ibu dimulai, para siswa yang mengenakan pakaian adat pawai berkeliling di sekitar sekolahan. Kemudian dilanjutkan lomba fashion show diikuti oleh semua siswa, mulai kelas satu sampai enam.

Ketua Panitia, Sumardi menjelaskan, seluruh siswa SDN Bojongsalaman yang berjumlah 450 orang ikut dilibatkan dalam merayakan hari Kartini tahun 2018. Acara semacam ini dibuat dua tahun sekali dengan konsep yang berbeda-beda.

Kali ini lomba merias wajah orang tua dipilih karena penuh dengan makna. Simbol ibu dipilih sebagai model karena mencerminkan sosok Ibu Kartini.

"Jika biasanya yang mendadani itu ibunya kali ini dibalik, yang merias dilakukan anak. Siapa tahu kalau besar nanti jadi make up artis atau pengusaha rias," katanya.

Pihaknya ingin dengan lomba merias wajah ibu ini bisa menumbuhkan rasa cinta, perhatian dan kasih sayang anak-anak kepada orang tua, khususnya Ibu. Sehingga bukan karena hadiahnya tapi ada tujuan positif dibalik kegiatan ini.

Lomba merias Ibu diikuti oleh enam pasang peserta dengan durasi waktu 15 menit. Mereka perwakilan dari siswa-siswi kelas empat, lima, dan emam A dan B. Penilaian berdasarkan kelengkapan peralatan, hasil akhir dan proses merias.

Pemenang dalam lomba merias wajah orang tua adalah Radita menjadi juara tiga, kemudian Fatimah juara dua dan Nera berhasil memperoleh juara pertama.

Pemenang dalam lomba fashion show mendapatkan peralatan makan sedangkan juara lomba merias mendapatkan peralatan rumah tangga.

"Harapannya dengan acara ini para siswa bisa mengenal sosok Ibu Kartini. Sebab dalam rangkaian acara kami juga beri penjelasan sejarah siapa itu ibu Kartini," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved