Komisi V DPR RI Pesmistis Awal Juni Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Bisa Dioperasionalkan
Rombongan komisi V DPR RI tinjau kesiapan operasional terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang,
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rombongan komisi V DPR RI tinjau kesiapan operasional terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis (26/4/2018).
Mereka menyoroti sarana prasarana bandara baru yang sebagian besar belum tuntas pengerjaanya.
Oleh karena itu rombongan legislator menyarankan agar terminal bandara baru jangan tergesa-gesa untuk segera dioperasionalkan.
Kepala rombongan Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo menuturkan, Bandara Ahmad Yani baru merupakan bandara besar.
Namun saat meninjau bandara Palangkaraya bersama Dirjen Perhubungangan Udara, pihaknya menilai bandara tersebut lebih siap dibandingkan dengan Bandara Ahmad Yani.
"Target peresmian sama juga Juni 2018. Itupun saya tidak setuju. Karena jika arsiteturnya belum selesai dan dikejar-kejar maka berantakan nantinya," tutur kader PKS.
Sigit menilai Bandara Ahmad Yani lebih belum siap untuk dioperasikan pada Juni 2018. Dirinya meminta agar kontraktor, dan perhubungan untuk kerja keras menyelesaikan pengerjaan Bandara baru.
"Karena bukan hanya pekerjaan terminal penumpang saja, tapi runway (landasan pacu),tower udara airnavagasi harus siap. Agar bandara luas itu aman," paparnya.
Kata dia, anggota komisi V juga menyoroti standar pelayanan minimal (SPM) yang harus siap. Namun pada kenyataan SPM tersebut masih jauh dari kata siap.
"Seadainya diresmikan Juni 2018 dirasa terlalu memaksa," kata dia.
Namun, menurut Sigit, diresmikan atau tidaknya bandara baru tergantung pada inspeksi Dirjen Perhubungan Udara, Air Navigasi (Airnav), maupun BUMN. Saat ini DPR melihat masih pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Kayaknya masih belum bisa. Mereka punya otoritas. Mereka memberikan kelayakan operasi ada semacam sertifikasi yang berfungsi untuk menilai," jelasnya.
Dikatakannya, DPR menyarankan PT angkasa Pura I menyelesaikan bangunan terminal bandara Ahmad Yani. Disamping itu DPR juga meminta untuk memasukkan nilai-nilai kearifan lokal.
"Value (nilai) banyak dilupakan orang. Bandara megah tapi tidak ada kearifan lokal buat apa. Masyarakat Jawa Tengah tidak bisa memiliki," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rombongan-komisi-v-dpr-ri-tinjau-kesiapan-operasional-terminal-baru-bandara-ahmad-yani-semarang_20180426_170813.jpg)