Napi Berkebangsaan Inggris Lenggak Lenggok di Atas Panggung Perayaan Hari Kartini di Semarang
Andrea Waldeck menebar senyum saat berjalan di atas karpet merah di aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Wanita Semarang di Bulu
Penulis: hesty imaniar | Editor: Catur waskito Edy
Asriati berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri warga binaan. Juga, mengasah kemampuan mereka di bidang olahraga dan seni, juga meningkatkan kreativitas serta kemampuan bersosialisasi dan berkoordinasi. Menurutnya, hal ini penting terutama saat warga binaan keluar dari lapas dan kembali ke kehidupan sosial di tengah masyarakat.
"Ini menjadi bekal mereka kelak saat keluar dari lapas dan kembali ke masyarakat. Kami berharap, mereka bisa bekerja mandiri atau sudah punya bekal keterampilan saat harus bekerja dengan orang lain," imbuh dia.
Saat ini, warga binaan ini juga dilatih menjahit. Pihaknya juga bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai pendamping maupun pemberi pelatihan.
Saat ini, Lapas Klas IIA Wanita Semarang membina 372 napi. Diakui Asriati, jumlah tersebut melebihi kapasitas lapas yang idealnya diisi 174 napi.
Meski begitu, Asriati memastikan, pengawasan di lapas ketat. Bahkan, pihaknya menerapkan pemeriksaan berlapis agar warga binaan tak bisa menyelundupkan barang terlarang ke sel.
"Kami terapkan pemeriksaan berlapis. Ada pemeriksaan badan dan barang, sepulang dari sidang dan penjagaan dari depan lapas sampai blok. Pemeriksaan badan dilakukan menggunakan body scaner dan x-ray. Setelah itu, diperiksa ulang staf pengamanan, dan terakhir diperiksa komandan jaga sebelum masuk blok tahanan. Barang dan badan mereka digeledah," jelas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kebaya-kartini_20180427_095052.jpg)