KISAH Biksu Kuliah di Unika Soegijapranata hingga Wisuda Sarjana
Pria kelahiran Semarang 28 Agustus 1982 pun berkisah mengenai kuliahnya di Unika Soegijapranata
Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya menyampaikan kampus yang dipimpinnya saat ini adalah kampus terbuka.
“Nilai toleransi dibuktikan dalam penerapan sehari-hari. Kami ingin membuktikan persatuan dan kesatuan adalah nomor satu. Di sini lengkap, kami miliki mahasiswa dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Menurutnya, semua itu sudah cukup jelas tergambarkan pada lambang Unika Soegijapranata. Sebuah perguruan tinggi yang menjunjung nilai-nilai Pancasila. Itu terlambangkan pada bidang dasar berbentuk lima puncak logo Unika Soegijapranata Semarang.
Samudera biru
Terkait Wisuda Periode I Tahun 2018, Prof Ridwan pun kembali menegaskan tentang disruptive innovation, industri 4.0. Baginya itu adalah bagian tantangan. Di dunia pendidikan tinggi selalu diingatkan adanya perubahan radikal yang dapat sewaktu-waktu mengubah peta persaingan di berbagai bidang.
“Yang juga berdampak pada eksistensi lulusan perguruan tinggi. Hal itu sesuai dengan konsep Samudera Biru (Blue Ocean). Dimana penciptaan pasar baru akan membuat persaingan menjadi tidak relevan dengan saat ini,” katanya. (tribunjateng/cetak/deni setiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/biksu-lulus-di-kampus-unika-soegijapranata_20180429_092022.jpg)