Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KISAH Biksu Kuliah di Unika Soegijapranata hingga Wisuda Sarjana

Pria kelahiran Semarang 28 Agustus 1982 pun berkisah mengenai kuliahnya di Unika Soegijapranata

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
WISUDAWAN - Wasiman, seorang biksu Vihara Tanah Putih Kota Semarang mengikuti Wisuda Unika Soegijapranata Semarang, Sabtu (2/4). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada pemandangan unik dalam prosesi wisuda Kampus Unika Soegijapranata, Semarang kali ini. Di antara ratusan wisudawan-wisudawati ada seorang biksu mengikuti prosesi wisuda.

Sabtu (28/4), di Ruang Auditorium Lantai III Gedung Albertus, Unika Soegijapranata melepas sekitar 532 lulusan dalam Wisuda Periode I Tahun 2018, mulai dari jenjang pendidikan diploma, sarjana, hingga magister. Wisuda dibagi menjadi dua kloter, yakni pagi dan siang hari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Jateng, bhante atau biksu –rohaniawan Budha-- yang dimaksud itu adalah Wasiman. Dia merupakan mahasiswa –lulusan—pada Program Studi (Prodi) S1 Psikologi Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang.

Pria kelahiran Semarang 28 Agustus 1982 pun berkisah mengenai kuliahnya saat ditemui Tribun Jateng. Dia pun tidak menampik jika ada sebagian orang terheran-heran.

“Itupun saya alami di awal masuk menjadi mahasiswa Prodi S1 Psikologi Unika Soegijapranata Semarang ini. Tidak sedikit di antara rekan-rekan satu angkatan mengganggap saya aneh. Khususnya dari sisi penampilan,” ucapnya, Sabtu (28/4).

Namun, Wasiman mencoba memberikan pemahaman. Bahkan dari seringnya berkumpul, berdiskusi, maupun bertegur sapa, akhirnya lambat laun bisa berakrab diri.

“Sebagai awalan saat saya masuk ke sini memang ada kendala dan itu adalah hal wajar. Saya pahami itu. Bahkan secara pribadi ketika itu, saya belum terlalu yakin. Ternyata itu salah dan sudah saya buktikan sendiri selama 4 tahun ini,” ucapnya.

Warga asli Getasan Kabupaten Semarang itu menilai, meskipun Unika Soegijapranata adalah kampus yang didirikan tokoh Katolik, rasa toleransi di kampus sangat baik. Warga Kampus tak memandang soal agama, suku, maupun ras.

“Tidak salah saya memilih kampus ini untuk menimba ilmu. Unika Soegijapranata ternyata sangat terbuka tidak memandang di luar itu semua. Dan dari keterbukaan itulah yang membuat saya semakin percaya diri,” tandasnya.

Menurutnya, awal dia memilih Unika karena didasarkan berbagai informasi. Kualitas pembelajaran dinilai bagus, terutama dalam hal psikologi yang memang telah dicita-citakannya. Dari informasi itulah, dia memutuskan serta memantapkan diri untuk melanjutkan studi di kampus yang berada di Jalan Pawiyatan Luhur IV Nomor 1 Bendan Dhuwur Kota Semarang itu.

“Ada yang telah saya jalani selama menimba ilmu di sini, banyak manfaat yang saya peroleh. Saya tidak salah pilih kampus. Ilmu kemanusiaan telah saya peroleh,” beber lulusan ber IPK 3,41 itu.

Ilmu psikologi, terang alumni SMA PGRI Salatiga, dibutuhkannya sebagai pelengkap aktivitas kesehariannya menjadi biksu di Vihara Tanah Putih Jalan Dr Wahidin Nomor 6 Candisari Kota Semarang.

“Ilmu psikologi yang telah saya peroleh, akan semakin mempermudah saya dalam menghadapi berbagai karakter orang,” ucap Wasiman.

Menurutnya dia pun sedang merencanakan diri untuk kembali memperdalam, memperkaya ilmu psikologi itu. Dia ingin kembali melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

“Seperti kalau hanya lulus sarjana itu nanggung. Saya ingin lanjut ke program magister dan tentunya di sini –Unika Soegijapranata Semarang—lagi. Bagi saya, Unika sudah menjadi rumah kedua saya,” tukasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved