Hari Kartini
Sisi Lain RA Kartini yang Perlu Anda Ketahui
Tujuh nilai tersebut yaitu emansipatif, nasionalis, terdidik, kreatif, optimis, bersahaja, dan religius.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUBJATENG.COM, JEPARA – RA Kartini pahlawan emansipasi wanita ternyata memiliki nilai-nilai kehidupan lain yang barangkali bisa menjadi inspirasi generasi masa kini.
Dalam diskusi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (30/4/2018), Kartini tidak hanya sekadar pahlawan emansipasi. Dalam diskusi yang diinisiasi oleh Yayasan Kartini Indonesia, dihadiri oleh sejumlah elemen masyarakat, mulai dari seniman, pelajar, politisi, sampai budayawan itu merumuskan nilai-nilai Kartini yang disebut sebagai Sapta Nilai Kartini.

Tujuh nilai tersebut yaitu emansipatif, nasionalis, terdidik, kreatif, optimis, bersahaja, dan religius. Nilai-nilai yang disematkan kepada Kartini itu merupakan nilai yang berangkat dari nilai utama Kartini itu sendiri, ada pula nilai turunan.
“Harapannya masyarakat dan khususnya anak-anak serta generasi muda akan mudah untuk belajar dari nilai keutamaan RA Kartini. Sebab saat ini, walaupun setiap tahun kelahiran RA Kartini diperingati masyarakat, nilai yang ingin diwarisi kurang dipahami, hingga kegiatan lebih banyak seremonial dan bersifat kemeriahan,” ujar Iskak Wijaya, aktivis Yayasan Kartini Indonesia saat memaparkan nilai tersebut pada permulaan diskusi.
Nilai-nilai yang disampaikan oleh Iskak Wijaya itu merupakan hasil diskusi panjang dengan berbagai elemen masyarakat dan juga pokok-pokok pikiran dan tindakan konkret yang telah dilakukan oleh R.A. Kartini untuk negeri dan bangsanya. Karena itu dalam paparannya, Iskak Wijaya memulai dengan kondisi yang dialami oleh R.A. Kartini dan yang telah dilakukannya.
Namun demikian menurut Indria Mustika, Sekretaris Yayasan Kartini Indonesia saat menutup diskusi ini menyatakan, nilai-nilai keutamaan Kartini yang berhasil dirumuskan dengan tujuh nilai utama dan 37 nilai turunan ini belum final.
“Masih perlu diskusi publik dan akademisi yang panjang dengan melibatkan para pemangku kepentingan dan juga masyarakat luas. Sebab R.A. Kartini menempati posisi strategis dalam sejarah pergerakan dan peradaban Indonesia” ujar India Mustika.
Upaya yang dilakukan oleh Yayasan Kartini Indonesia ini disambut hangat oleh pemerintah kabupaten Jepara. Terlebih, saat ini masih belum ada rumusan tentang nilai-nilai Kartini.
“Saat ini memang belum ada rumusan tentang nilai-nilai keutamaan R.A. Kartini yang lengkap. Karena itu hasil diskusi tersebut hendaknya bisa disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan dan juga masyarakat luas” ujar Sekda Jepara, Sholih.
Sementara Ketua Yayasan Kartini Indonesia, Hadi Priyanto menyatakan jalan terjal masih harus dilalui untuk mewujudkan cita-cita dan pemikiran Kartini. Tingginya angka perceraian, nikah dini, KDRT, angka kematian ibu dan anak menjadi bukti nilai Kartini harus diperjuangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat umum.
Bukti lainnya yakni tingginya angka HIV dan sangat sedikitnya jumlah perempuan yang berhasil menduduki jaabatan publik adalah bukti, betapa gagasan R.A. Kartini harus diperjuangkan lebih sungguh-sungguh. :Karena itu nilai keutamaan ini penting agar kita dapat belajar dari spirit dan cita-cita Kartini,” ujar Hadi. (*)