Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BERITA LENGKAP Kerusuhan di Rutan Mako Brimob Tewaskan 6 Orang

BERITA LENGKAP Kerusuhan di Rutan Mako Brimob Tewaskan 6 Orang. Kerusuhan diduga dipicu masalah titipan makanan napi

Editor: iswidodo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah kendaraan milik kepolisian melakukan pengamanan di Markas Komando (Mako) pasca bentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan negosiasi dengan para tahanan pasca insiden kerusuhan yang menewaskan 5 anggota kepolisian dan 1 tahanan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kerusuhan terjadi di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) malam. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut kerusuhan dipicu masalah titipan makanan dari narapidana teroris.

"Saat selesai salat Magrib ada tahanan yang menanyakan titipan makanan napi dari keluarga," ujar Argo.

Dari situ, ada yang menyampaikan ada petugas memegang makanan tahanan tersebut. Lantaran tak terima, jelas Argo, tahanan tersebut mengajak teman-temannya untuk protes dan kemudian memicu keributan.

Argo mengatakan kerusuhan tersebut terjadi pukul 19.30 WIB, dimana sejumlah tahanan membobol pintu dan dinding sel. Dari situ tahanan menyebar keluar sel dan menuju ke ruangan penyidik. "Kerusuhan terjadi di Blok C dan B," kata Argo.

Aparat kepolisian melakukan pengamanan di Markas Komando (Mako) Brimob pasca bentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan negosiasi dengan para tahanan pasca insiden kerusuhan yang menewaskan 5 anggota kepolisian dan 1 tahanan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aparat kepolisian melakukan pengamanan di Markas Komando (Mako) Brimob pasca bentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan negosiasi dengan para tahanan pasca insiden kerusuhan yang menewaskan 5 anggota kepolisian dan 1 tahanan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Para narapidana teroris juga melakukan perampasan senjata api yang dipergunakan anggota Brimob. Lima orang anggota Brimob tewas. Namun polisi belum mengetahui ada berapa senjata yang dirampas.

"Mereka (napi teroris) merampas senjata anggota kami yang gugur," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebut saat peristiwa kerusuhan terjadi, banyak anggota Brimob berhamburan keluar dari Mako Brimob. Lampu penerangan juga padam saat kejadian.

"Enggak tahu di dalam ada apa? Tapi polisi pada keluar banyak tadi pukul 22.00 WIB lewat lah," kata seorang warga.

Ia mengaku, saat peristiwa itu berlangsung dirinya tengah berada di warung depan Mako Brimob bersama rekannya. Ia merasa janggal saat polisi berhamburan disusul padamnya lampu penerangan di Mako Brimob.

Ia tidak berani bertanya karena polisi sudah memakai lengkap seragam beserta laras panjangnya dan meminta untuk menjauh. "Ya tadi sempat disuruh geser jadi ke sini. Tadi, nongkrong di depan situ," ucapnya saat menunjuk bangunan di depan Mako Brimob.

Baca: 6 Fakta Kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Makanan jadi Pemicu hingga Kondisi Ahok

Baca: Gugur di Mako Brimob, Iptu Yudi Rospuji Akan Dimakamkan di Bumiayu Brebes

Baca: Ditanya Kondisi Tahanan Lain di Mako Brimob Termasuk Ahok, Inilah Jawaban Kadiv Humas Polri

Baca: Media Asing Soroti Peran ISIS dalam Kerusuhan di Mako Brimob

Masih Ada Sandera

Dalam peristiwa itu, lima orang polisi gugur ditambah satu orang narapidana teroris. Hingga kemarin malam, polisi masih menggunakan upaya persuasif untuk membebaskan 1 orang polisi yang masih disandera para napi teroris. Jika upaya ini gagal, tindakan tegas akan dilakukan.

Polri menghindari tindakan 'last resort' namun akan digunakan jika mediasi gagal. Last resort yang dimaksud adalah menangani kasus ini dengan penggunaan senjata. Ini opsi terakhir yang diambil jika mediasi tidak mencapai titik temu. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol M Iqbal berharap para napi teroris ini menyerahkan diri.

"Kita lakukan upaya penegakan hukum, upaya penegakan hukum ada beberapa. Apabila mereka meyerahkan diri pasti ada proses upaya kepolisian tanpa harus melakukan upaya keras. Tapi kalau ada pengancaman nyawa petugas atau orang lain kami melakukan tindakan tegas," ujar Iqbal, Rabu.

Hingga pukul 17.00 WIB kemarin, upaya Polri membebaskan seorang polisi yang disandera para napi teroris masih berlangsung. Sebelumnya 5 polisi yang disandera gugur sementara ada 1 orang napi teroris yang tewas ditembak karena melawan dan berupaya merebut senjata petugas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved