Jika Tak Berikan Pelayanan Sesuai Standar, RSUD Limpung Siap Terima Sanksi
Seluruh Dokter dan Perawat RSUD Limpung menyampaikan maklumat pelayanan di hadapan Bupati Batang, Wihaji,
Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Seluruh Dokter dan Perawat RSUD Limpung menyampaikan maklumat pelayanan di hadapan Bupati Batang, Wihaji, Jumat (11/5/2018).
Maklumat pelayanan yang ditandatangani oleh Bupati Wihaji dan Direktur RSUD Limpung, dr. Ani Rusydiani tersebut berguna untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien dan tentunya sesuai dengan standar pelayanan, berisi tentang kesanggupan memberikan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan, apabila tidak sesuai standar pelayanan maka RSUD Limpung siap menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan geografis, limpung lebih strategis untuk mengcover 8 kecamatan yang berada di wilayah timur seperti Limpung, Bawang, Gringsing, Banyuputih, Reban, Tersono dan Subah, Pecaluungan, oleh karena itu kedepan RSUD Limpung menjadi kompetitif dalam melayani masyarakat karena kita harus berkompetisi dengan kompetitor.
Direktur RSUD Limpung dr. Ani Rusydiani mengatakan, RSUD Limpung merupakan rumah sakit baru dengan tipe kelas D, yang memiliki dokter spesialis dalam, bedah, anak, kandungan, jiwa serta dilengkapi ahli radiologi, laboratorium, ruang operasi, IGD dan ruang HCU.
"Ijin operasional rumah sakit baru satu tahun dan sudah Badan Layanan Umum sehingga kami sudah di berikan keleluasaan pelayanan serta dalam manajemen," tutur dr. Ani Rusydiani.
Dijelaskan juga RSUD limpung dalam penyampaian maklumat ini merupakan komitmen dan janji penyelenggara pelayanan kesehatan kepada masyarakat, untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik sesuai standar yang nyaman untuk pasien.
" Ini janji kami memberikan pelayanan yang berkualitas, tepat, mudah, terjangkau dan terukur," ujarnya.
Dijelaskannya juga, untuk Tahun 2019, merencanakan ditambah perluasan bangunan tiga lanti dengan menambah 26 bad untuk kelas satu, VIP dan VVIP sehingga total menjadi 80 bad. Adapun untuk ruang anak di lantai dua yang akan beroperasi di tahun 2019.
"Untuk total bad 46 yang semunya kelas 3 dan 2 ruang khusus untuk penyakit dengan kontak udara atau yang membahayakan, dengan perawat tenga IGD sudah memilki sertifikat BTCLS, yangbdokter IGD sudah bersertifikat ACLS/ATLS serta bidan ponek 100 persen bersertifikat MU," terangnya.
Bupati Batang, Wihaji mengatakan bangga dengan maklumat yang di sampaikan RSUD Limpung.
"Meski rumah sakit baru namun tetap harus melakukan hal - hal yang baik dalam manajemennya begitu juga dengan orang yang di dalamnya pula," tutur Wihaji
Ia juga mengatakan bahwa RSUD Limpung juga harus tertib administrasi sesuai dengan prosedur, dan tidak melanggar aturan, meski termasuk RSUD baru kesejahteraan karyawan pun harus sesuai dengan beban kerjanya, tidak hanya dituntut kerja bagus tapi mengabaikan kesejahteraan.
"logika masyarakat datang ke rumah sakit hanya minta pelayanan baik efektif, efisien, sembuh dan kalau bisa gratis,ini harus kita pahami bersama," ujar Wihaji
Lebuh lanjut ia mengatakan RSUD harus mengesampingkan administrasi pada pasien gawat darurat, yang terpenting memberikan pelayanan dulu, harus mempunyai keyakinan bahwa pasien dan keluarganya bertanggungjawab, dan apabila memang warga tidak mampu membayar administrasi, pemerintah harus hadir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/direktur-rsud-limpung_20180511_155651.jpg)