Teror Bom Surabaya
Bayu Pria yang Ramah Itu Tewas Saat Mengadang Motor Teroris
Bayu Rendra diketahui mengadang motor yang digunakan teroris untuk masuk ke dalam gereja.
Baru empat langkah, dari arah belakang ada motor menerobos halaman Gereja Santa Maria Tak Bercela. Susi menuturkan, Wenny tahu saat pelaku juga dihalangi seseorang bersama satpam. Seseorang yang dimaksud itu belakangan bernama Aloysius Bayu.
Menurut dr Priyanto Swasono MARS, Direktur RS Bedah Surabaya, korban meninggal dunia atas nama Vincensius Evans mengalami luka yang cukup parah. "Ada luka bakar, luka patah dan luka lainnya," jelasnya.
Selanjutnya jenazah Evan dirujuk ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Selanjutnya, adik Evan, atas nama Nathanael, berusia 8 tahun, masih mengalami perawatan dengan kondisinya kritis.
Kakinya terpaksa diamputasi karena kondisi kaki Nathanael yang terluka parah. Sementara kritis yang dialami bocah tersebut lebih disebabkan pada robeknya banyak pembuluh darahnya.
"Mohon doanya kepada masyarakat semua melalui rekan-rekan media untuk para pasien segera pulih," ujar dr Priyanto.
Sesaat setelah kejadian, ada sekitar 16 korban ledakan bom yang masuk ke RS Bedah Surabaya. Dari jumlah itu, tujuh pasien dirujuk ke beberapa rumah sakit. Antara lain ke RSUD Dr Soetomo, RS Siloam dan RS Ramses (RS Internasional) Nginden. Sementara delapan lain masih menjalani perawatan intensif di RS Bedah Surabaya.
"Empat dalam perawatan stabil, empat lainnya sedang menjalani operasi. Ada karena patah tulang, luka bakar, kena pecahan, dan lain-lain," ujar dr Priyanto. (Tribun Network/tri/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/polisi-berjaga-di-sekitar-lokasi-ledakan-di-gpps-surabaya_20180514_092316.jpg)