Tangis Pilu Keluarga Daniel, Bocah SMP yang Tewas karena Halau Mobil Teroris
Daniel tidak pernah membuat onar, ia terbilang remaja yang bisa bergaul dengan siapapun.
Penulis: Awaliyah P | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, I. Awaliyah Pimay
TRIBUNJATENG.COM - Sejumlah aksi bomm bunuh diri yang dilakukan teroris di beberapa lokasi di Indonesia masih menjadi perhatian masyarakat.
Tiga gereja yang menjadi sasaran teroris adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, dan Gereja GKI.
Seperti yang diketahui, pelaku pengeboman adalah satu keluarga.
Dita Supriyanto menjadi ketua dalam aksi bunuh diri tersebut.
Menurut keterangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Dita menyerang Gereja Pantekosta Pusat Surabaya dengan menabrakkan Avanza hitam yang dikendarainya ke pagar Gereja Pantekosta Pusat.
Kemudian Dita meledakkan diri.
Kisah heroik lantas muncul dari insiden ini.
Yakni seorang remaja 15 tahun yang menghalau mobil Dita untuk masuk ke gereja.
Ia bernama Daniel Agung Putra Kusuma.
Najwa Shihab bersama tim Mata Najwa mengadakan kunjungan eksklusif ke rumah duka.
Sumijah, Nenek Daniel menjelaskan jika saat kejadian cucunya sedang menjaga kendaraan di gereja.
Setiap hari Minggu, Daniel memang menjaga kendaraan-kendaraan di gereja.
Ia menggantikan pekerjaan kakeknya.
"Lagi aktivitas di sana. Jaga kendaraan gereja di sana. Setiap minggu pagi, menggantikan kakeknya. Dulu kakeknya yang jaga di sana terus kakeknya dipanggil Tuhan jadi dia yang bantu menggantikan." terang Sumijah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mata-najwa-eksklusif_20180517_093703.jpg)