Liputan Khusus
Banyak Anak Jadi Sulit Diatur Gara-gara Kecanduan Gadget
Sekarang banyak keluhan dari beberapa orangtua saat memasukkan anaknya ke taman kanak-kanak diduga merupakan dampak kecanduan gadget.
Terkait dengan pengembangan pola asuh anak, di Jateng sudah terdapat Perda No. 2/2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Selain itu, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jateng juga telah mengembangkan modul pengasuhan bagi keluarga.
"Sehingga, diharapkan kader PKK di lapangan hingga lapisan terbawah, bisa menjadi pioner untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, terkait dengan berbagai persoalan di keluarga, terutama soal pola asuh anak," jelasnya.
Menurut dia, peran lain yang dilakukan BP3AKB dalam pola asuh anak yang tepat adalah dengan menumbuhkan minat anak di bidang olahraga, permainan edukatif, gemar membaca, dan lain-lain. Sehingga, harapannya ini dapat mengurangi potensi anak kecanduan atau ketergantungan pada gadget.
"Tidak kalah penting adalah keteladanan orangtua, dengan tidak memakai gadget di depan anak. Selain itu perlu ada komitmen dan kesepakatan bersama dengan anak, terkait dengan pembatasan penggunaan gadget. Semisal, kapan dan berapa lama anak boleh menggunaan gadget," terangnya.
Selain kecanduan, potensi perilaku negatif yang timbul karena penggunaan gadget yang tidak tepat adalah kekerasan, bullying, pencabulan, bahkan pembunuhan.
"Tak jarang anak termotivasi berbuat kekerasan, bullying, cabul, atau bahkan pembunuhan, karena meniru adegan game yang dimainkannya di dalam gadget. Itu perlu diwaspadai," tandasnya. (tribunjateng/cetak/lipsus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-bertengkar-atau-tak-nurut_20180518_083758.jpg)