Masjid di Tengah Jalan Tol Semarang-Batang Masih Berdiri Kokoh
Masih ada 2 persen lahan yang belum bisa dibebaskan dan masih berada tepat di tengah ruas jalan tol
Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
Pihaknya telah mendapat lahan pengganti dan melakukan pembebasan.
"Lokasinya tak jauh dari lokasi masjid lama. Hanya, masalahnya bangunan pengganti belum tuntas dibangun hingga kini. Mestinya sebelum Lebaran ini sudah jadi," ujar Prasetyo.
Pembongkaran masjid tersebut belum bisa dilakukan sebelum pembangunan masjid pengganti selesai dibangun.
Hal itu sebagaimana permintaan dari nadzir masjid.
Sementara mengenai relokasi makam, Prasetyo mengungkapkan, prosesnya diserahkan kepada paguyuban warga dengan pihak ketua RW.
Dikatakannya, proses pemindahan juga tidak bisa dilakukan dengan cepat karena perlu kehati-hatian.
"Sudah ada beberapa makam yang dipindahkan. Tapi hanya sebagian kecil," tuturnya.
Dari keterangannya, makam di Klampisan, Ngaliyan, ada 1.300 titik makam.
Proses relokasi makam yang merupakan tanah wakaf tersebut sudah dimulai beberapa waktu lalu setelah tidak ada keberatan dari warga dan sudah ada lahan pengganti.
Sementara itu, Kepala Seksi Teknik PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek Tol Batang-Semarang, Yanuar Niko menjelaskan, PT Waskita Karya sedang proses menyelesaikan pembangunan masjid pengganti.
Saat ini, pembangunan masjid pengganti sudah mencapai 70 persen.
"Saat ini sudah sampai dengan lantai 2. Tinggal bagian atapnya saja," kata Niko.
Meski hampir selesai, saat ini warga belum mau pindah ke masjid baru agar masjid lama bisa dibongkar.
Mereka meminta agar konstruksi bangunan masjid pengganti harus sudah selesai 100 persen terlebih dahulu.
"Kami tetap mengerjakan secara maksimal untuk menyelesaikan pengganti masjid tersebut. Bahkan saat ini kami melakukan percepatan. Tapi belum bisa kami pastikan apakah Lebaran nanti sudah dipindah atau belum," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/masjid-jami-mustaghfirin_20180524_081304.jpg)