Cerita Tio, Remaja 14 Tahun yang Lahir Tanpa Lengan dan Kaki
Tidak ada satupun yang ingin memiliki cacat fisik, begitu pula yang dirasakan Tio Satrio.
Penulis: Awaliyah P | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, I. Awaliyah Pimay
TRIBUNJATENG.COM - Tidak ada satupun yang ingin memiliki cacat fisik, begitu pula yang dirasakan Tio Satrio.
Tio Satrio adalah remaja berusia 14 tahun yang terlahir tanpa lengan dan kaki.
Bersama dua orangtuanya, Tio tinggal di Ciamis, Jawa Barat.
Agar bisa beraktivitas, Tio menggulingkan badannya.
Ia menulis menggunakan mulutnya.
Keterbatasan fisik tak menjadikan Tio tak bisa mengenyam pendidikan seperti pelajar pada umumnya.
Hal ini dibuktikan dengan Tio yang memiliki tingkat intelektual di atas rata-rata di sekolah.
Remaja 14 tahun itu menyukai pelajaran Agama dan Matematika.
Ia juga suka membuat puisi.
Hadir di Hitam Putih, Tio menceritakan jika selama ini ayah ibunya tidak hanya menjadi sosok orangtua.
Melainkan merangkap menjadi figur teman yang menemani Tio bermain.
Tio menuturkan jika tak ada teman-teman yang mau bermain dengannya karena keterbatasan fisik yang dimiliki Tio.
"Ya orangtua bertiga ga ada teman yang lain. Pada ga mau main karena aku gini fisiknya ga kaya mereka," kata Tio.
Meskipun begitu, Tio menuturkan jika dirinya tidak boleh bersedih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tio-satrio_20180612_160900.jpg)