Lewat Kawunganten Cilacap? Mampirlah di Gubuk Hutan Kubangkangkung
Gubuk-gubuk bambu yang berdiri di pinggiran hutan pinus dan karet milik Perum Perkebunan Nusantara IX itu jadi tempat yang asyik
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Jika mudik melewati jalur alternatif jalan lintas selatan ruas Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, tak ada salahnya mampir di hutan Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten untuk melepaskan letih.
Kawasan hutan Kubangkangkung, merupakan jalur alternatif mudik jalan lintas selatan (JLS) yang menghubungkan Jawa Barat melalui ruas Cukengleuleus-Sidareja-Kawunganten- Cilacap kota.
Gubuk-gubuk bambu yang berdiri di pinggiran hutan pinus dan karet milik Perum Perkebunan Nusantara IX itu jadi tempat yang asyik untuk menyelonjorkan kaki.
Beragam menu tradisional mulai soto, kupat tahu, karedok dan es kelapa muda yang dijajakan di warung-warung itu siap memanjakan lidah pemudik.
Semilir angin yang mengalir dari pepohonan rindang di hutan itu menyejukkan tubuh usai terpapar terik selama berkendara.
Setiap mendekati lebaran, warga membuka gubuk-gubuk di pinggiran hutan Kubangkangkung yang dimanfaatkan sebagai warung.
Keramaian arus kendaraan selama masa mudik dan balik jadi berkah tersendiri bagi mereka untuk mendulang untung.
Agus Supri, satu di antara pemilil warung
mengaku telah membuka warung di pinggiran hutan Kubangkangkung sejak lima tahun lalu.
Warung-warung di kawasan hutan ini rata-rata buka mulai pagi hingga sore hari.
Penerangan yang minim di hutan nan sepi saat malam hari membuat pedagang segan membuka warung sampai petang.
"Tidak ada lampu penerangan kalau malam hari," katanya
Sembari menikmati berbagai menu khas nusantara, para pemudik bisa merebahkan badan di gubuk untuk melepas lelah berkendara.
Yogi, pemudik dari Jawa Barat memilih beristirahat di sebuah warung hutan Kubangkangkung di tengah perjalanan mudiknya menuju Kota Cilacap.
Dia punya alasan tersendiri sehingga lebih memilih memanfaatkan jalur alternatif via hutan Kubangkangkung itu.
Arus lalu lintas di jalur itu relatif lengang sehingga perjalanan lebih nyaman.
Keberadaan hutan yang dipenuhi pepohonan rindang itu membuat kondisi jalur di kawasan itu berhawa sejuk.
"Di sini adem," katanya.
Selain menikmati hawa hutan yang teduh, pemudik bisa juga mampir di agro wisata waduk Koebangkangkoen.
Selain menawarkan pemandangan alam, tersedia wahana perahu dan permainan anak yang siap memanjakan pengunjung.(*)