Libur Lebaran, Omzet Penjual Souvenir Kaus di Samping Lawang Sewu Anjlok
Other (24) dan Tessa (24), pedagang souvenir kaus Semarangan mengeluhkan penurunan omzet dibanding Lebaran dua tahun lalu.
Penulis: hesty imaniar | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Other (24) dan Tessa (24), pedagang souvenir kaus Semarangan mengeluhkan penurunan omzet dibanding Lebaran dua tahun lalu.
"Dibanding tahun yang sudah-sudah, penurunan pendapatan mencapai 50 persen. Dulu, di malam takbiran, kami bisa menjual lebih dari 20 potong kaus hanya salam satu malam. Tapi, malam takbiran tahun ini, kami hanya berhasil menjual 3-4 potong baju," keluh Other saat ditemui di lapaknya di samping Lawang Sewu, Minggu (17/6/2018).
Other mengatakan, penurunan omzet dirasakan dua tahun terakhir. Meski Lawang Sewu selalu ramai pengunjung, tak banyak yang mampir ke lapaknya untuk berbelanja kaus.
"Dulu, pendapatan Rp 5 juta dalam semalam itu termasuk sedikit. Sekarang, di hari libur, pendapatan kami hanya sekitar Rp 500 ribu," jelas dia.
Other berharap, kondisi ini membaik. Dia juga meminta Pemkot membuat lapak bagi pedagang souvenir di kawasan Lawang Sewu.
"Karena, jika kami jualan secara layak dan banyak dilihat pengunjung Lawang Sewu, kami bisa tenang berjualan. Kadang, kami pernah diminta retribusi rutin per hari Rp 10 ribu, bahkan pernah akan diusir polisi. Namun, karena saya sudah izin maka dibiarkan tetap berjualan di mobil seperti ini," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/omzet-penjual-kaus-menurun_20180617_235928.jpg)