Tribun Jateng Hari Ini
Kadin Minta Pemerintah Perkuat Daya Beli Masyarakat
Kenaikan harga minyak mentah global menyebabkan semua bahan baku utama industri melonjak, seperti BBM non subsidi hingga palstik.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kenaikan harga jual sejumlah produk di Indonesia terus membayangi, menyusul harga bahan baku utama industri dalam negeri masih belum stabil akibat konflik geopolitik yang tak kunjung usai.
Kenaikan harga minyak mentah global menyebabkan semua bahan baku utama industri melonjak, seperti bahan bakar minyak (BBM) non subsidi hingga harga plastik saat ini harganya sudah melonjak tinggi.
Menyikapi hal itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta pemerintah melakukan sejumlah upaya yang cepat dan terukur demi menjaga keseimbangan stabilitas harga dengan keberlangsungan usaha.
"Kadin memandang diperlukan langkah cepat dan terukur untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan keberlangsungan usaha," kata Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa, kepada Kontan, Minggu (19/4).
Menurut dia, satu langkah yang mesti diambil pemerintah adalah menjaga stabilitas harga energi, trutama BBM dan listrik, karena ini menjadi komponen utama biaya produksi.
"(Selain itu-Red) memperkuat daya beli masyarakat, melalui bantuan yang lebih tepat sasaran dan stimulus konsumsi," ucapnya.
Pun, Erwin menuturkan, Kadin meminta kepada pemerintah memberikan insentif bagi industri, khususnya sektor padat karya. Tujuannya, agar tidak terjadi gelombang pengurangan tenaga kerja.
Kemudian, dia menambahkan, pemerintah juga mesti menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, untuk meredam tekanan harga bahan baku impor
Erwin juga menilai harus ada upaya dalam memastikan kelancaran distribusi dan logistik, agar tidak terjadi tambahan biaya yang memperburuk harga di pasar.
"Kadin menilai bahwa kunci utama saat ini adalah menjaga konsumsi domestik tetap kuat, karena itu merupakan penopang utama ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," jelas Erwin.
Ia menyebut, kenaikan biaya bahan baku akan mengerek harga jual produk dalam negeri, yang akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga.
"Kenaikan harga barang industri akan menyebabkan penurunan daya beli riil, karena pendapatan masyarakat tidak meningkat secepat kenaikan harga," bebernya.
Akibatnya, Erwin menyatakan, konsumsi masyarakat akan cenderung berpindah kepada kebutuhan pokok.
"Konsumsi akan cenderung bergeser dari barang sekunder ke kebutuhan pokok, bahkan dalam beberapa kasus terjadi penundaan pembelian. Ini menjadi sinyal bahwa tekanan inflasi mulai dirasakan di tingkat konsumen," tandasnya. (Kontan/Zendy Pradana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mal-ciputra-1-1.jpg)