Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Debat Publik Kedua Cabup Kudus, Pembahasan Isu Keadilan Sosial Memanas

Debat terbagi atas lima segmen, dengan tiga segmen di tengah berlangsung panas.

Tayang:
TRIBUN JATENG/DWI LAYLA
Suasana menjelang debat publik kedua peserta Pilkada Kudus di Hotel Griptha, Selasa (19/6/2018). 

Tamzil kemudian menyampaikan bahwa perlu perbaikan dalam program-program itu.

“Perlu saya sampaikan, harapan kita ke depan adalah bagaimana ke depan ASN ini kita angkat tanpa adanya beban. Baik itu jual beli jabatan dan tarif. Masyarakat umum saya kira sudah mengetahui semua,” tanggap Tamzil.

Sorak-sorai dari suporter kembali terdengar menyusul pernyataan Tamzil tersebut.

Masan segera menimpali bahwa dalam 9 tahun jabatannya sebagai wakil rakyat telah amanah.

Pasangan nomor 3, Sri Hartini-Setia Budi Wibawa, mendapat pertanyaan perumus tentang penegakan Perda No 15/2017 tentang Penanggulangan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan.

Bowo menuturkan bahwa kunci untuk masalah tersebut adalah perhatian.

“Kita sambangi mereka mengingat bahwa mereka sangat membutuhkan perhatian. Pemberdayaan terhadap usaha dan kemudahan akses karena mereka belum mendapat perhatian yang selayaknya. Sebanyak 75 persen dari mereka sudah berusaha ingin mentas, jadi perlu diberdayakan dengan program yang kontinyu,” tuturnya.

Pasangan Harjuna mendapat bagian untuk menjawab persoalan dalam bidang kesehatan.

Tentang peserta BPJS yang harus antre sejak pukul 03.00 WIB dan masih harus antre lagi untuk mendapatkan obat.

“Kami akan melakukan langkah-langkah lapangan apa yang harus sudah dipastikan. Kami juga akan menggunakan 70 persen pantauan lapangan dan mengecek masalah dengan sebenarnya. Kemudian bersinergi antar lembaga untuk melayani kepada masyarakat semuanya,” ujar Noor Hatoyo menjawab pertanyaan dari perumus.

Adapun pasangan Tamzil dan Hartopo mendapat pertanyaan mengenai bidang pertanian.

Beberapa masalah di bidang ini adalah lahan tidur dan alih fungsi lahan yang berakibat menurunnya sektor pertanian.

“Pemberian pupuk dan bibit yang unggul serta keberadaan Waduk Logung dapat memberi pengaruh kepada pertanian Mejobo dan Jekulo. Jadi dapat menyusul Undaan yang sudah 3 kali panen,” tandas Tamzil optimistis.

Pasangan nomor 4, Akhwan-Hadi Sucipto mendapat pertanyaan mengenai meningkatnya jumlah kendaraan di Kabupaten Kudus.

“Bekerja sama dengan instansi yang berwenang, seperti Polres, untuk melakukan pembatasan kepada pengguna kendaraan utamanya yang masih berusia di bawah 17 tahun. Lantas menyediakan moda kendaraan untuk transportasi penjemputan,” tutur Hartini, cabup nomor 3.

Masan-Noor Yasin selanjutnya mendapat pertanyaan atas problematika penyandang disabilitas.

“Mereka tidak butuh untuk dikasihani, karena itu kami akan memfasilitasi mereka,” tutur Noor Yasin.

Mamik Indrayani yang menjadi salah satu perumus pertanyaan menilai debat kedua ini cukup baik dibandingkan yang pertama.

Para calon dia nilai lebih siap dalam materi dan segala aspek. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved