Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tak Pamit Orangtua, Lima Pendaki Dijemput di Pos 7 Gunung Slamet

Lima pendaki remaja terpaksa dijemput oleh Tagana dan relawan dari Pos 7 puncak Gunung Slamet, Jumat (22/6)

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Lima pendaki remaja terpaksa dijemput oleh Tagana dan relawan dari Pos 7 puncak Gunung Slamet, Jumat (22/6) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS- Lima pendaki remaja terpaksa dijemput oleh Tagana dan relawan dari Pos 7 puncak Gunung Slamet, Jumat (22/6)

Gara-garanya, dua remaja putri di antaranya, Erni (15) dan Alief (14), warga Limpakuwus Sumbang Banyumas dilaporkan pergi tanpa pamit kepada orang tuanya.

Kepergian dua gadis bersama tiga rekannya itu pun sempat membuat orang tuanya bingung hingga meminta bantuan pencarian ke relawan.

Sebelumnya, (19/6), Arzu (16), sempat meminta izin orang tua Alief untuk melaksanakan pendakian Gunung Slamet. Anak itu pun diizinkan mendaki bersama teman-temannya.

Sehari kemudian, ( 20/6), Alief dan Erni pamit menuju Rumah Sakit Wijayakusuma untuk mengantar baju bibinya.

Namun dalam perjalanan pulang ke rumah, Alief dan Erni bertemu dengan Arzu dan dua rekannya lain, Ikhza dan Alfi yang berboncengan satu motor.

Mereka pun meminta bantuan Alief dan Erni untuk mengantar mendaki Gunung Slamet via basecamp Bambangan.

Karena hanya mengantar, Alief dan Erni tak pamit ke orang tuanya. Seluruh perlengkapan dan bekal mendaki yang telah disiapkan sebelumnya masih tertinggal di rumah.

Tetapi perjalanan mereka bukan melalui Basecamp Bambangan, melainkan Basecamp Gunung Malang.

"Dua remaja itu ceritanya mau pulang dulu tapi tidak tahu jalan pulang, akhirnya ikut mendaki teman-temannya saat itu juga,"kata Komandan Tagana Banyumas Adi Candra, Jumat (22/6).

Karena anak perawan tak kunjung pulang, orang tua pun kebingungan. Ibu Alief sempat mencari keberadaan anaknya di basecamp Bambangan namun hasilnya nihil.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, data 5 remaja itu ternyata tercatat di Basecamp pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang.

Pemerintah Desa Sokawera dan Limpakuwus serta petugas penyelamat Basecamp Gunung Malang akhirnya mencari para pendaki itu dan menemukannya di Pos 7, sekira 2 jam perjalanan di bawah puncak Gunung Slamet, Jumat pagi (22/6).

Tagana Banyumas bersama unsur relawan lain membantu proses penjemputan di pos 2 pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved