Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pengamat: Sulit Dibayangkan Jika Prabowo Bersanding dengan Gatot di Pilpres

Dua figur Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, akan kembali bertarung untuk mendulang suara rakyat.

Penulis: yayan isro roziki | Editor: m nur huda
Tribunjateng.com/Dwi Laylatur Rosyidah
Kedatangan Prabowo Subianto, ketua umum Partai Gerindra di Kota Semarang dalam acara Halal Bihalal Bersama Warga Jawa Tengah di PRPP, Sabtu (23/6/2018). 

Disampaikan lebih lanjut, di sejumlah survey nama Gatot Nurmantyo sama-sama masuk bursa bakal cawapres di kubu Jokowi dan Prabowo. Namun, menurutnya, akan sangat sulit jika membayangkan ‎Prabowo akan bersanding dengan Gatot pada Pilpres 2019 nanti.

Sebab, keduanya sama-sama berlatarbelakang militer. Berdasar pengalaman di 2014 akan lebih ideal jika Prabowo mencari figur dari kalangan sipil untuk menjadi pendampingnya di rematch pertarungan ini.

"Sulit membayangkan Prabowo akan bersanding dengan Gatot. Pada 2014 di mana‎ Prabowo bersanding dengan Hatta Rajasa, yang notabene dari kalangan sipil, justeru Prabowo banyak mendulang suara, dan bisa dibilang hanya kalah tipis dari Jokowi. Prabowo butuh figur pendamping sipil yang mumpuni," terang Zaenal.

‎Patner koalisi Gerindra, dalam hal ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga tampak tidak begitu greget mendorong Gatot Nurmantyo, yang selama ini dipandang akrab dengan kalangan Islam. PKS lebih senang mendorong kader-kader partainya, untuk disandingkan dengan Prabowo.

"PKS tentu juga berkepentingan dengan pemilihan legislatif (Pileg) di 2019," tuturnya. (yan)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved