Pilkada 2018

Pembelaan Denny JA Kenapa Ada Lonjakan Suara Sudrajat-Syaikhu dan Sudirman-Ida

Dalam survei terakhir berbagai lembaga, termasuk LSI Denny JA, pasangan Sudrajat-Syaikhu hanya sekitar 8 persen.

Pembelaan Denny JA Kenapa Ada Lonjakan Suara Sudrajat-Syaikhu dan Sudirman-Ida
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Direktur LSKP LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono saat menjelaskan, quick count hasil hitung cepat Pilgub Jateng dengan menggunakan quick count memenangkan pasangan Ganjar-Taj Yasin menang di angka 58.79 persen atas Sudirman-Ida di angka 41.21 persen di Ballroom Hotel Grand Candi Kota Semarang, Rabu (27/6). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA — Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia Denny JA angkat bicara soal melonjaknya suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sudirman Said-Ida Fauziah dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.

Dalam survei terakhir berbagai lembaga, termasuk LSI Denny JA, pasangan Sudrajat-Syaikhu hanya sekitar 8 persen.

Semenetara dari data hitung cepat, perolehan suara pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN ini melonjak menjadi 28 persen. Begitu juga dengan Sudirman-Ida dalam survei terakhir diprediksi hanya memperoleh 13 suara.

Namun, suara pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, PKB, dan PAN ini naik hingga menjadi 42 persen berdasarkan hasil hitung cepat.

Namun, Denny membantah anggapan adanya konspirasi lembaga survei yang sengaja membuat suara dua pasangan itu lebih kecil dari fakta yang sebenarnya.

"Tak ada konspirasi aneka lembaga survei itu untuk mengatur bersama berapa persentase masing masing kandidat dalam survei. Aneka lembaga survei itu bekerja secara independen," kata Denny JA dalam keterangan tertulis, Minggu (1/7/2018).

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Denny menjelaskan, hasil survei sebenarnya hanyalah potret dukungan saat survei dilakukan saja.

Hasil survei itu bukan prediksi apa yang akan terjadi beberapa hari kemudian di hari pencoblosan. Namun, umumnya hasil survei paling akhir itu juga dijadikan prediksi hasil pemilu.

Denny mengatakan, untuk 80-90 persen kasus, jika survei itu dilakukan dengan benar dan hanya beberapa hari sebelum pencoblosan, sangat jarang terjadi perubahan signifikan di atas margin of error. Namun, untuk pilkada di Jabar dan Jateng kali ini, memang terjadi lonjakan suara signifikan terhadap salah satu pasangan calon.

Menurut Denny, hal itu terjadi karena kombinasi beberapa variabel ini. Pertama, seminggu terakhir sebelum hari pencoblosan terjadi mobilisasi dukungan yang efektif untuk Sudrajat-Syaikhu di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved