Menengok Keindahan Pantai Bondo di Bangsri Jepara, Bisa Ngopi di Bibir Pantai
Bukan hanya terkenal dengan pasir putihnya saja, sejauh mata mamandang juga banyak sederet caffe di tepian.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pantai bondo adalah salah satu objek wisata pantai yang menawarkan keindahan pantai dengan pasir putih di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Untuk akses jalannya dari Pendopo Kabupaten Jepara, wisatawan bisa mengambil jalan ke arah utara sekitar 17 kilometer dengan mengikuti petunjuk arah Tayu dan Bangsri.
Perjalanan dengan kendaraan pribadi, bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit saja.
Sesampainya di rambu lalulintas lampu merah Mlonggo, masuk ke lokasi Pantai Bondo, sesuai petunjuk arah.
Meskipun tempatnya yang jauh dari pusat kota namun pantai Bondo tetap menjadi destinasi para pariwisatawan yang ingin berlibur dan menikmati indahnya pesona alam.
Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), Bambang Sutrio (49), mengatakan pernah menghabiskan 80 an bendel tiket dalam sehari.
“Untuk harga tiket pada hari biasa hanya Rp 2.500 sedangkan untuk lebaran Rp 10.000 per orang. Hari biasa di sini ditentukan sesuai Perdes (Peraturan Desa) seperti Jumat Wage atau hari libur nasional,” ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com, Sabtu (14/07/2018).
Uang tiket tersebut digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan sarana ibadah serta pendidikanseperti masjid, gereja, TPQ, Santunan anak yatim dan Jompo, serta keperluan sedekah bumi dan laut.
Pantainya yang biru serta ombak yang tenang ditambah pasir putihnya menjadikan pantai Bondo lebih indah dan terlihat alami.
Bukan hanya terkenal dengan pasir putihnya saja, sejauh mata mamandang juga banyak sederet caffe di tepian.
Pengelola kedai kopi atau caffe yang pertama kali di pantai Bondo, Nanang Cahyohadi (43), dari kelompok Jingking, mulai dari nol mengembangkan kawasan ini.
"Saat pantainya mulai sepi saya dan teman-teman membuat inovasi caffe dengan konsep seperti di Bali misalnya tempat duduk yang ada payung- payungnya.
Kita juga mengkonsep masyarakat yang tadinya tidak peduli pesisir menjadi peduli akan pesisir,” ujarnya.
Kedai kopi yang berdiri sekitar sejak 2015 ini bisa menghasilkan uang sekitar Rp 11 jutaan dalam
sehari sebelum adanya kedai kopi di sekitarnya.
Menurutnya beberapa caffe yang sekarang ada disekitar kedai kopinya itu dianggapnya sebagai mitra kerja atau bisnis bukan sebagai pesaingnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/salah-satu-pengunjung-sedang-menikmati-indahnya-pantai-bondo-di-desa-bondo_20180716_070525.jpg)