Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Peluang Ekspor Tinggi, Dinperindag Kumpulkan Pengusaha Gula Semut di Eks Karesidenan Banyumas

Dengan pengolahan yang baik, profit dari usaha gula semut diharapkan bisa medongkrak kesejahteraan mereka

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Istimewa
Bimtek untuk pelaku usaha gula semut oleh Dinperindag Jateng di Purbalingga 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Permintaan pasar luar negeri terhadap produk gula semut begitu tinggi. Produk gula semut yang diminati pasar internasional, khususnya di Hongkong, Kanada, Timur Tengah dan Jerman ini tentunya yang diolah tanpa bahan kimia atau bersifat organik.

Hal tersebut dibacakan saat mewakili Kepala Disperindag Jawa Tengah pada acara , Senin (16/7) di owabong cottage Bojongsari Purbalingga.

Priyo Jatmiko, pejabat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, permintaan ekspor 200 ton gula semut ke luar negeri hingga saat ini belum terpenuhi.

Meski ada peluang, ia menggarisbawahi, tingginya permintaan ekspor gula semut itu harus dibarengi dengan standariasi dari dinas terkait sehingga produk yang dihasilkan tidak mengecewakan.

“SDM pelaku usaha gula semut harus ditingkatkan. Karena ada beberapa aspek yang harus dipenuhi sehingga hasil yang ditawarkan mampu bersaing,” katanya saat melakukan bmbingan teknis bagi pelaku usaha gula semut di eks-karesidenan Banyumas di Owabong Purbalingga, Senin (16/7)

Pelatihan kali ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha gula semut.

Bimbingan ini menekankan, bagaimana para pelaku usaha ini dapat mengolah industri gula semut secara higienis, serta sanitasi dan alat yang terstandarisasi.

Dia berharap, ke-30 peserta bisa mengikuti bimtek dengan serius sehingga manfaat yang didapat bisa maksimal.

Dengan pengolahan yang baik, profit dari usaha gula semut diharapkan bisa medongkrak kesejahteraan mereka.

Kadinperindag Kabupaten Purbalingga, Sidik Purwanto menuturkan, pihaknya secara berkala melakukan komunikasi dengan Disperindag Provinsi dan buyer terkait produk gula semut agar bisa bertahan di pasar Internasional.

Dalam waktu dekat, dia juga akan berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah dan para kepala daerah di eks-karesidenan Banyumas untuk menggagas pembuatan film pendek yang memuat konten tentang konsumsi gula semut.

“Nanti dalam waktu dekat usahakan agar para kepala daerah mau untuk mempromosikan gula semut, Mudah-mudahan dengan intervensi dari para kepala daerah, pamor gula semut akan semakin terangkat,” tutur Sidik.

Sidik memaparkan, pihaknya telah melakukan sertifikasi kepada para pengolah gula dan menganggarkan Rp 600 juta bagi penderes di 7 kecamatan penghasil gula kelapa.

Pihaknya juga berusaha agar gula semut mendapat brand yang mampu bersaing serta melakukan penetrasi pasar. Pihaknya juga berupaya memfasilitasi modal bagi pelaku usaha gula semut. Usaha ini menurut dia bahkan ikut menyumbang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Purbalingga sebesar 8%.

“Gula semut atau pun gula kelapa di Purbalingga sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari usaha tersebut sudah bisa berkontribusi menyumbang angka IPM Purbalingga sebesar 8%,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved