Jasa Raharja Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Bus Bhineka Sangkuria
Mereka pun merasa bersyukur karena tak ada korban jiwa dalam kejadian yang dialami pada Jumat (20/7/2018) sekitar pukul 19.30 WIB.
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meski telah mengalami kecelakaan di ruas Tol Jatingaleh KM 9, para korban tak merasa khawatir mengenai biaya pengobatan.
Mereka pun merasa bersyukur karena tak ada korban jiwa dalam kejadian yang dialami pada Jumat (20/7/2018) sekitar pukul 19.30 WIB.
"Kalau soal biaya tadi dari petugas Jasa Raharja langsung mengurus, cuma ini kami agak bingung karena panitia penyelenggara rombongan kami tidak ada di sini," ungkap salah satu penumpang bus rombongan pengantar haji, Kasuri.
Sebagian penumpang yang tidak mengalami cidera parah memutuskan untuk langsung pulang ke Brebes.
Namun mereka mengaku bingung mengenai transportasi yang kurang serta beberapa anggota keluarga yang terpisah di RS berbeda.
"Sebagian ini di RS Elizabet, sebagian lain di Kariadi sini," ujarnya.
Terpisah, Kepala Bagian Klaim Jasa Raharja Cabang Jateng, Oloan Sianipar, langsung mengkomando staffnya untuk mendata dan menangani biaya para korban yang dirawat IGD maupun inap.
"Sesuai undang-undang 34 Tahun 1964 dan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor KEP 16/PMK.010/2017,
kami memberikan santunan bagi para korban kecelakaan,
adapun maksimal 20 juta rupiah terhadap korban yang di rawat inap,
serta maksimal satu juta rupiah bagi korban yang ditangani IGD," tuturnya.
Terlihat dua orang petugas Jasa Raharja mengurus administrasi para korban bus di RS Kariadi, RS Elizabet dan RS Tugu hingga dini hari.
"Ya untungnya ada orang Jasa Raharja ini kami jadi tidak terlalu bingung soal biaya, soalnya panitia rombongan tidak datang ke sini," ujar Kasuri.
Berdasarkan data yang Tribunjateng.com dapatkan, sejumlah 17 orang ditangani di RS Elizabet, 16 orang di RS Kariadi serta 2 orang di RS Tugu.
"Sebagian korban harus dirawat inap, ada juga yang kakinya patah sepertinya harus di amputasi itu gadis berusia 12 tahun," ujar petugas klaim Jasa Raharja, Adi.
Sementara penumpang lain yang alami cidera ringan tengah berkoordinasi untuk langsung pulang menuju Losari Brebes malam ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bus-bhineka-sangkuria_20180721_090710.jpg)