Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Forum Guru: Membangun Keluarga Sadar Anak

Dan tentunya mengandung maksud dan tujuan mulia yang semuanya bermuara untuk optimalnya tumbuh kembang anak

Tayang:
Tribun Jateng

Konkretnya, bentuk keluarga sadar anak hemat kami bisa dilihat dari akronim “SADAR” yang meliputi Sikapi, Amati, Demokrasi, Antisipasi dan Refleksi.

Yang pertama adalah Sikapi. Sikapi di sini adalah bentuk reaksi positif terhadap apa yang dialami anak. Ini penting dilakukan karena tidak jarang banyak dari kita yang egois terhadap anak. Banyak dari kita memberikan hukuman kepada anak tanpa melihat apa sebabnya dan apa akibatnya bagi anak di kemudian hari.

Yang kedua adalah amati. Sebagai orang tua, hendaknya kita harus bisa lebih mengamati keseharian anak. Baik perilaku, sikap dan lingkungan keseharian anak. Ini sangat penting dilakukan, agar dalam menyikapi terhadap peristiwa yang menimpa anak, kita sebagai orang tua bisa bersikap bijak dan bisa memberi solusi tepat sehingga malpraktek terhadap anak bisa terhindarkan.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Munif Chatib seorang pakar Multiple intellegiences Indonesia dalam seminar pendidikan yang pernah kami ikuti, beliau mengatakan bahwa orang tua harus bisa menjadi penyelam yang baik untuk anak-anak. artinya orang tua harus benar-benar paham dan sadar terhadap anak.

Selanjutnya adalah demokratis. Sikap ini sangat penting diterapkan di lingkungan keseharian anak. Mengapa sikap demokratis sangat penting? Ini disebabkan dalam sikap demokratis kebebasan yang bertanggungjawab sangat dijunjung tinggi. Hal ini tentu sangat mendukung kedekatan anak dengan orang tua maupun guru.

Sehingga dengan sikap demokratis anak terdorong untuk meniru perilaku positif orang tuanya tersebut.

Bentuk “Sadar” selanjutnya adalah antisipasi. Setelah kita mengetahui, mengamati dan menyikapi serta bersikap demokratis, sebagai orang tua kita juga hendaknya bisa mengantisipasi sikap negatif yang bisa menyerang anak. Misalnya dengan menambah porsi pendidikan agama, penanaman karakter positif dan teladan karakter terhadap anak.

Selain itu kita bisa membatasi penggunaan gadget terhadap anak, selain untuk mengantisipasi anak dari bahaya kekerasan dunia maya. Pembatasan penggunaan gadget terhadap anak juga bisa mencegah anak dari perilaku antisosial, kecanduan game online dan kemungkinan mengakses internet berkonten pornografi dan kekerasan cyber.

Dan bentuk “Sadar” yang terakhir adalah reflektif. Kita sebagai orang tua juga harus bisa mengevaluasi diri. Sudah sejauh mana kita memberikan teladan yang terbaik terhadap anak. Sudah sejauh mana kita mengawal dan mengawasi perkembangan anak anak kita. Sehingga saat kita mendapati perilaku menyimpang anak, kita bisa bertabayyun dan bisa memberikan ganjaran yang tepat untuk anak. 

Namun untuk membangun keluarga sadar anak, orang tua tidak bisa berdiri sendiri. Orang tua juga hendaknya berkolaborasi dengan guru, teman sepermaina anak dan lingkungan anak. selain itu, orang tua juga hendaknya juga bisa memahami anak, dan mampu membedakan mana yang merupakan kebutuhan anak dan mana yang merupakan keinginan anak. Orang tua hendaknya juga memberikan apresiasi terhadap sikap positif yang sudah dilakukan oleh anak.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh jika sebagai orang tua kita bisa membangun keluarga sadar anak dengan baik. Di antararanya terbentuknya karakter positif anak, keluarga yang harmonis, dinamis, dan saling peduli untuk selalu berbuat baik serta mempunyai kesamaan visi antar anggota keluarga.

Sehingga harapannya dari keluarga sadar anak tersebut, generasi bangsa yang cerdas, peduli, dan berkarakter bisa tumbuh dan berkembang dan bisa menjadi generasi unggul yang bisa membuat bangga Indonesia di dunia internasional. Tentu demi Indonesia yang lebih hebat dan bermoral.Selamat Hari Anak Nasional. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved