Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Integrasi PGN dan Pertagas Membuat Infrastuktur Pipa Gas Bumi Mencapai 96 Persen

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menggelar kegiatan Leaderahip Camp 2018 di Kota Semarang.

Penulis: muh radlis | Editor: galih permadi
NET
FOTO DOKUMEN PT Perusahaan Gas Negara (PGN) selenggarakan Pertandingan Persahabatan Tenis Meja Sales Area Semarang di Gor Tri Lomba Juang, Semarang pada Minggu (22/4/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menggelar kegiatan Leaderahip Camp 2018 di Kota Semarang.

Kegiatan ini merupakan komitmen perusahan mencetak generasi calon pemimpin bangsa ke depan.

Acara ini dibuka oleh sekretaris PGN, Rachmat Hutama di hadapan 224 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa.

Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan dan memberikan motivasi kepada generasi muda khususnya di Kota Semarang dalam menjalankan roda pemerintahan dan bisnis yang menunjang jalannya pemerintahan tersebut.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Permata Graha Nusantara yang merupakan anak perusahaan PGN, Baskara Agung Wibawa, Wakil Rektor Undip bidanh komunikasi dan bisnis, Budi Setiyono dan ketua dewan pengawas KSE, Satriadi Indarmawan.

Pembukaan acara ini dimulai dengan Seminar Nasiomal bertemakan Peran Pemuda Milenial Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Melalui Upaya Kemandirian di Bidang Energi, Kewirausahaan dan Wawasan Kebangsaan.

Dalam seminar tersebut, Baskara yang didapuk menjadi pembicara mengatakan, tugas utama generasi muda di antaranya menciptakan kemandirian di bidang energi dalam jangka panjang.

Tugas tersebut jauh lebih kompleks dibanding para pendahulu.

Para pemuda dituntut bisa menguasai tekhnologi agar mampu memproduksi energi baru dan terbarukan di dalam negeri.

Energi yang tak akan habis karena diproduksi secara alamiah di Indonesia seperti panas bumi, energi angin, air.

Semua sumber energi ini nantinya akan menggantikan peran energi berbasis minyak bumi yang selama ini diimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Minyak bumi di Indonesia diperkirakan akan habis pada 10-12 tahun ke depan. Indonesia sangat bergantung pada BBM impor. Agar bisa berdaulat energi, tugas generasi zaman npw mempelajari tekhnologi pengembangan energi terbarukan di Indonesia," kata Baskara dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Minggu (29/7/2018).

Baskara mengatakan, PGN berupaya mewujudkan kemabdirian energi dengan cara memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang ramah lingkungan.

"Kami selalu mengkampanyekan gas bumi memiliki emisi gas buang dan harga yang jauh lebih rendah dibanding energi fosil atau BBM," katanya.

Saat ini, PGN mengalami tantangan dalam penambahan jumlah pelanggan terkait pembebasan lahan pembangunan pipa transmisi dan distribusi gas bumi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved