Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dishub Kota Semarang Targetkan Pemindahan Bus dari Terminal Terboyo Maksimal 1 September 2018

Dishub Kota Semarang akan segera memindahkan seluruh bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Terboyo

Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
kondisi Terminal Induk Terboyo Kota Semarang yang merupakan terminal penghubung antar Provinsi terlihat memprihatinkan, Senin (30/7). Selain bagunan yang rusak terminal ini juga sering terendam rob 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan segera memindahkan seluruh bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron dan Mangkang.

Hal itu menyusul adanya hasil rapat yang digelar Dishub Jawa Tengah bersama Dishub Kota Semarang dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) terkait pemindahan bus, pekan lalu.

Dari rapat tersebut, Dishub Kota Semarang ditargetkan melakukan pemindahan maksimal 1 September mendatang.

Adanya batas pemindahan tersebut, membuat para awak bus AKDP dan AKAP resah. Pasalnya, waktu kepindahan mereka ke terminal tujuan yaitu Terminal Penggaron dan Mangkang tinggal satu bulan.

Seorang sopir bus AKDP jurusan Semarang-Jepara, Eko Setyo Utomo mengatakan, hingga saat ini pihaknya dan beberapa awak bus lainnya belum menerima sosialisasi pemindahan tersebut.

Eko mengaku bingung jika harus pindah terminal yaitu di Penggaron.

Alasannya, dari ujicoba yang pernah dilakukan Dishub Kota Semarang beberapa waktu lalu, pendapatannya anjlok 50 persen.

"Ujicoba kemarin, pendapatan saya turun 50 persen. Jika biasanya dapat Rp 200 ribu dalam sehari, turun jadi Rp 100 ribu. Itu masih tanggungan lainnya. Karena perjalanan dari Penggaron tidak ada penumpang. Jadi bus buang-buang bahan bakar saja," katanya saat ditemui di Terminal Terboyo, Senin (30/7/2018).

Selain itu, katanya, dipindahkannya ke Terminal Penggaron akan mempengaruhi jam perjalanan yang bertambah lama. Dampaknya, jika dalam sehari biasanya dua kali perjalanan Semarang-Jepara, nantinya hanya bisa sekali perjalanan saja.

"Pastinya jam perjalanan berubah, dan jumlah penumpang pasti berkurang. Ya itu tadi, dari Penggaron sampai Genuk tidak ada penumpang," keluhnya.

Berdasar pengalaman sebelumnya saat ujicoba pemindahan bus, tidak semuanya masuk ke Penggaron maupun Mangkang. Rata-rata, bus putar balik di tengah jalan dan ngetem di titik tertentu. Akibatnya, muncul terminal banyangan di beberapa tempat.

"Karena kalau tidak ngetem di jalan, kita rugi besar. Masak harus mondar mandir tanpa penumpang," jelasnya.

Di samping itu, rute yang dilalui bus menuju terminal juga tidak pasti. Dari arahan Dishub beberapa waktu lalu, bus diarahkan melalui jalan tol. Hal itu justru semakin memperpanjang jarak tempuh bus.

Ditambah lagi, sebagian bus memilih rute sendiri yaitu dari pertigaan Genuk melewati Jalan Woltermonginsidi untuk bus AKDP yang dipindah ke Penggaron. Sementara bus AKAP tetap dipindahkan ke Terminal Mangkang.

"Lha itu semakin semrawut nantinya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved