Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Satu Juta Tahun Mendatang, Bagaimana Wujud Manusia? 

Baru-baru ini, para ilmuwan sedang berusaha membicarakan tentang "bayi buatan"

Editor: muslimah
Mug yang menggambarkan evolusi manusia dipajang di rumah naturalis Inggris Charles Darwin, Down House, di Bromley, Kent, 12 Februari 2009. Darwin pindah ke Down House pada 1842. Dia melakukan eksperimen dan penelitian di sana selama 40 tahun. Rumah tersebut dibuka kembali untuk umum pada 13 Februari 2009 sehari setelah ulang tahun ke-200 kelahiran Darwin.(AFP PHOTO/CARL DE SOUZA) 

TRIBUNJATENG.COM - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana wujud manusia satu juta tahun yang akan datang? Apakah manusia akan lebih tinggi, kecil, kurus, gemuk, atau memiliki warna kulit yang berbeda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mungkin kita harus menengok ke masa lalu.

Berdasarkan teori evolusi, satu juta tahun yang lalu, wujud manusia berbeda dengan saat ini. Wujud manusia sekarang tercipta berkat adanya evolusi.

Satu juta tahun lalu, Homo sapiens belum ada. Saat itu mungkin ada beberapa spesies manusia yang berbeda, termasuk Homo heidelbergensis.

Spesies tersebut memiliki kesamaan dengan Homo erectus dan manusia modern, tetapi anatomi yang lebih primitif dibandingkan Neanderthal yang muncul belakangan.

Selama 10.000 tahun terakhir, ada perubahan signifikan bagi manusia untuk beradaptasi.

Dari adaptasi mata pencaharian saja, kehidupan berbasis pertanian membuat berlimpahnya makanan sehingga menyebabkan masalah kesehatan.

Untuk menyembuhkannya, manusia menggunakan berbagai ilmu pengetahuan. Contohnya, seperti mengobati diabetes dengan insulin.

Dari segi penampilan, manusia menjadi lebih gemuk dan, di beberapa area, lebih tinggi.

Lebih Kecil

Mungkin, nantinya, kita bisa berevolusi menjadi lebih kecil sehingga tubuh kita membutuhkan lebih sedikit energi, kata Thomas Mailund, profesor bioinformatika di Aarhus University, Denmark.

Tubuh seperti ini akan berguna di planet yang sangat padat.

Hidup bersama banyak orang adalah kondisi baru yang harus diadaptasi manusia. Seperti kembali ke zaman berburu dan meramu, ada beberapa interaksi yang harus dilewati manusia setiap hari.

Masuknya Teknologi Mailund mengatakan bahwa kita dapat berevolusi dengan cara-cara yang membantu kita mengatasi hal ini.

Mengingat nama-nama orang misalnya, bisa menjadi keterampilan yang jauh lebih penting.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved