Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Satu Juta Tahun Mendatang, Bagaimana Wujud Manusia? 

Baru-baru ini, para ilmuwan sedang berusaha membicarakan tentang "bayi buatan"

Editor: muslimah
Mug yang menggambarkan evolusi manusia dipajang di rumah naturalis Inggris Charles Darwin, Down House, di Bromley, Kent, 12 Februari 2009. Darwin pindah ke Down House pada 1842. Dia melakukan eksperimen dan penelitian di sana selama 40 tahun. Rumah tersebut dibuka kembali untuk umum pada 13 Februari 2009 sehari setelah ulang tahun ke-200 kelahiran Darwin.(AFP PHOTO/CARL DE SOUZA) 

Di sinilah teknologi masuk. "Implan di otak akan memungkinkan kita mengingat nama-nama orang," kata Thomas.

"Kita tahu gen apa yang terlibat dalam membangun otak sehingga dapat mengingat nama-nama orang. Kita mungkin saja mengubahnya. Kedengarannya mungkin seperti fiksi ilmiah. Tapi kita bisa melakukannya sekarang," sambungnya.

"Kita dapat mengimplannya tetapi kita tidak tahu cara memasangnya untuk membuatnya berguna. Kita menuju ke sana tetapi itu sangat eksperimental," tutur Thomas.

"Ini bukan pertanyaan biologis lagi, ini teknologi," katanya.

Saat ini, orang melakukan implan untuk memperbaiki elemen tubuh yang rusak, seperti alat pacu jantung atau implan pinggul. Mungkin di masa depan, implan akan digunakan untuk sekedar membuat orang lebih baik.

Seperti implan otak, kita barangkali akan memiliki produk teknologi yang terlihat pada penampilan kita, seperti mata buatan dengan kamera yang dapat membaca frekuensi warna dan visual yang berbeda.

Mengubah Gen

Baru-baru ini, para ilmuwan sedang berusaha membicarakan tentang "bayi buatan".

Para ilmuwan sudah menggunakan teknologi untuk mengubah gen embrio untuk mendapatkan bayi tanpa masalah kesehatan.

Meskipun kontroversial, tidak ada yang yakin apa yang terjadi selanjutnya. Namun di masa depan, Mailund mengemukakan, justru mungkin dianggap tidak etis untuk tidak mengubah gen tertentu.

Dengan itu mungkin ada pilihan tentang fitur-fitur bayi, jadi mungkin manusia akan terlihat seperti apa yang diinginkan orang tua mereka.

"Seleksi itu akan masih ada, saat ini hanya seleksi buatan. Apa yang kita lakukan dengan anjing, akan kita lakukan dengan manusia," kata Mailun.

Masih Hipotesis Perlu digarisbawahi, semua ini masih berupa hipotetis. Namun, hipotesis itu bisa memberikan kita gambaran tren demografis seperti apa wujud kita di masa depan.

"Memprediksi yang terjadi dalam satu juta tahun ke depan jelas spekulasi," kata Dr Jason A. Hodgson.

"Tapi memprediksi masa depan yang tak lama lagi terjadi tentu dapat dilakukan menggunakan bioinformatika dengan menggabungkan yang diketahui tentang variasi genetik saat ini dengan model perubahan demografis ke depan," sambungnya.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved