Musim Kemarau

Irigasi Kering, Petani di Brebes Panen Bawang Merah Lebih Awal

Sulitnya memperoleh air untuk mengairi lahan bawang mengharuskan mereka untuk memanen sebelum waktunya.

Irigasi Kering, Petani di Brebes Panen Bawang Merah Lebih Awal
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Sulitnya memperoleh air untuk mengairi lahan bawang mengharuskan mereka untuk memanen sebelum waktunya. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Para petani di Brebes memanen bawang merah lebih dini untuk menghindari kerugian.

Pasalnya, sulitnya memperoleh air untuk mengairi lahan bawang mengharuskan mereka untuk memanen sebelum waktunya.

Seperti yang dialami para petani di Kecamatan Tanjung, Brebes. Seorang petani bawang merah, Darojat (55) asal Desa Luwungbata, Tanjung, Brebes, menuturkan tanaman bawang merah miliknya harus dipanen saat umur 49 hari.

"Padahal, bagusnya, bawang merah itu paling bagus dan ideal dipanen pada usia 65-70 hari," ucapnya, Selasa (14/8/2018).

Jika panen dilakukan sesuai waktunya, kata dia, dikhawatirkan ia mengalami kerugian lebih banyak. Karena kurangnya pasokan air, tanaman bawang merah akan menurun kualitasnya selain itu juga akan cepat dimakan hama ulat.

"Jika tidak dipanen sekarang, takutnya dimakan hama," tandasnya.

Ia menjelaskan, lantaran panen dini, hasil produksi bawang merah juga tidak maksimal.

Bobot dan kualitas bawang merah sudah pasti jauh dibandingkan yang dipanen pada waktunya.

Karena itu, ia mempertimbangkan tidak akan menjualnya. Bawang merah hasil panennya akan dijadikan bibit saat masa tanam berikutnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved